Staf Istri Edhy Prabowo Diduga Tampung Aliran Suap Eksportir Benih Lobster

Rabu, 20 Januari 2021 – 15:03 WIB

 Iis Rosita Dewi (Foto:Istimewa)

Iis Rosita Dewi (Foto:Istimewa)

 

JAKARTA, REQNews - Ainul Faqih staf anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra, Iis Rosita Dewi diduga menampung aliran suap dari para eksportir benih lobster (benur) untuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Seperti diketahui, Iis yang merupakan anggota DPR ini merupakan istri dari Edhy Prabowo.

Terungkapnya mengenai rekening untuk menampung suap benur saat penyidik memeriksa Ainul Faqih dalam kapasitas sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benur sekaligus sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Edhy Prabowo dan kawan-kawan, Selasa, 19 Januari 2021.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri menyatakan, dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Ainul Faqih mengenai aliran dana dari para eksportir benur. Aliran uang itu ditampung dalam rekening atas nama Ainul Faqih dan diduga untuk kebutuhan Edhy Prabowo.

"Tersangka AF (Ainul Faqih) digali keterangannya terkait dugaan aliran sejumlah uang dalam rekening bank atas nama yang bersangkutan," kata Ali Fikri, Rabu, 20 Januari 2021.

Lebih lanjut Ali mengemukakan dana tersebut diduga bersumber dari para ekspoktir benih lobster dan dalam penggunaannya pun untuk kebutuhan tersangka Edhy Prabowo.

Dalam konstruksi perkara yang dibeberkan KPK sebelumnya, setidaknya rekening Ainul Faqih menerima Rp 3,4 miliar dari Ahmad Bahtiar, pemegang saham PT Aero Citra Kargo (ACK) yang diduga nominee Edhy Prabowo. Uang tersebut kemudian dipergunakan Edhy dan istrinya untuk berbelanja sejumlah barang mewah saat berkunjung ke Hawaii, Amerika Serikat.

Diketahui, KPK telah menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua stafsusnya Safri dan Andreau Pribadi Misata; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi; staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih; dan Amiril Mukminin sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur. Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.