Pelantikan Joe Biden Mencekam, Gedung Mahkamah Agung Diancam Bom

Kamis, 21 Januari 2021 – 00:00 WIB

Pengamanan ekstra ketat di Capitol Hill

Pengamanan ekstra ketat di Capitol Hill

JAKARTA, REQnews - Suasana mencekam mewarnai pelantikan Joe Biden-Kemala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat di Gedung Capitol Hill, Washington, Rabu 20 Januari 2021 waktu setempat.

Di tengah riuhnya proses persiapan pelantikan, Gedung Mahkamah Agung AS menerima ancaman ledakan bom. Aparat pun bergerak cepat merespons ancaman tersebut, meskipun tak menemukan apa-apa atau unsur terkait bom.

"Mahkamah Agung menerima ancaman bom, gedung dan halaman semua diperiksa, dan tidak ada evakuasi," kata Juru Bicara Pengadilan Tinggi Kathleen Arberg, seperti dikutip dari AFP.

Baik gedung Capitol Hill maupun Mahkamah Agung yang terletak di sebelah lokasi pelantikan, kini masih tetap dijaga ekstra ketat.

Hal ini menyusul ancaman keamanan, pasca kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021 lalu, oleh massa Donald Trump yang masih belum menerima hasil Pilpres AS November 2020 lalu, dan menolak pengesahan Biden.

Laporan terbaru, Biden dan Harris sudah tiba di Gedung Capitol.  Biden akan dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts sebagai presiden AS ke-46. Sementara Harris akan menjadi wanita kulit hitam pertama, wanita keturunan Asia Selatan pertama, dan wanita pertama yang akan menjabat sebagai wakil presiden AS.

Beberapa nama lain juga menghadiri upacara pelantikan tersebut, termasuk mantan presiden Barack Obama dan sang istri Michelle, George W. Bush, serta Bill Clinton dan istrinya Hillary.

Tiga jam sebelum pelantikan, Presiden AS sebelumnya, Donald Trump dilaporkan sudah keluar dari Gedung Putih dan meninggalkan Washington.