Drama Pinangki Berlanjut, Kali Ini Bawa-bawa Orang Tua dan Surga

Kamis, 21 Januari 2021 – 02:00 WIB

Pinangki Sirna Malasari

Pinangki Sirna Malasari

MATA INDONESIA, JAKARTA - Eks Jaksa Pinangki Sirna Malasari kembali menampilkan drama tangis-tangisannya, dalam sidang pembacaan pledoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 20 Januari 2021.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Pinangki dengan hukuman penjara 4 tahun ditambah denda Rp 500 juta, terkait kasus suap pengurusan fatwa MA untuk terpidana Djoko Tjandra.

Pinangki, saat membacakan pledoi menangis, sambil menyebut nama orang tuanya, yang telah meninggal dunia. 

"Sebagai seorang anak dan juga orang tua tentu saya sangat terpukul begitupun dengan keluarga atau orang tua saya hingga saya kehilangan orang tua saya yang meninggal pada hari Minggu lalu karena sakit," kata Pinangki.

"Tentu itu adalah musibah yang sangat memukul saya, bagaimana tidak, saya belum bisa membahagiakan orang tua saya dan tidak bisa mendampingi hingga merawatnya disaat beliau sedang sakit," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, sidang pembacaan pledoi Pinangki seharusnya dilaksanakan pada Senin 18 Januari 2021 lalu. Namun, ditunda karena orang tua dari jaksa cantik ini meninggal dunia, sehari sebelumnya.

"Majelis Hakim Yang Mulia, tentu juga adalah seorang anak dan orang tua di kehidupan masing masing pasti sangat mengerti dan bisa merasakan apa yang saya rasakan juga sebagai seorang manusia biasa. Tetapi saya tidak berdaya dan tidak bisa berbuat banyak karena musibah yang sedang saya alami dan mengharuskan saya tabah serta sabar," kata Pinangki.

Lalu, Pinangki juga meminta ampunan agar diberikan kesempatan kembali bekerja seperti sedia kala dan berkumpul lagi bersama keluarganya.

"Sebagai penutup pleidoi saya perkenankanlah pada kesempatan ini saya mohon diberikan pengampunan dan mohon diberikan kesempatan untuk dapat segera kembali kepada keluarga dan menjalankan pekerjaan utama saya sebagai seorang ibu bagi anak saya Bimasena. Tiada kata yang bisa saya sampaikan lagi pada pleidoi ini kecuali rasa penghormatan kepada Majelis hakim yang saya percaya bisa memutuskan yang seadil- adilnya," kata Pinangki.

"Demikian pembelaan saya. Atas perhatian dan kebijaksanaan Yang Mulia saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan berkah, rahmat, taufik dan hidayahNya kepada kita semua serta menjauhkan kita semua dari api neraka dan mentakdirkan kita semua sebagai hambanya yang akan masuk dalam golangan ahli surga, Aamiin Yaa Rabbal Aalamin," ujarnya.