Jenderal TNI Ini Kasih Bocoran Alasan Jokowi Pilih Listyo Jadi Kapolri, Oh Ternyata

Kamis, 21 Januari 2021 – 09:57 WIB

Komjen Listyo Sigit P (Foto: Istimewa)

Komjen Listyo Sigit P (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal Purn Moeldoko membocorkan alasan Presiden Joko Widodo memilih Komjen Listyo Sigit Prabowo jadi calon kapolri. Eks Panglima TNI ini pun menyebut sejumlah poin dan kriteria mengapa Listyo yang cocok menduduki posisi TB1

"Ya kriteria lah, kan semua ada kriteria. Kapasitas, kapabilitas, loyalitas, integritas itu bagian dari semua itulah," kata Moeldoko dalam rekaman suara yang diterima, Rabu 20 Januari 2021.

Pada kesempatan itu, dirinya pun menjawab isu lompat angkatan. Sebab Listyo bukan berasal dari angkatan paling senior di Polri saat ini.

Namun kata Moeldoko, Jokowi tidak menyepelekan aspek senioritas dalam memilih calon kapolri. Tetapi juga pertimbangan matang dalam menentukan pucuk pimpinan kepolisian.

"Jadi penilaian itu bersifat holistik. Holistik memperhatikan berbagai hal, baik dari sisi persyaratan-persyaratan yang tadi, dari sisi psikologinya, dari sisi yang lain-lain," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu juga membantah isu Listyo jadi calon kapolri karena pernah jadi ajudan Jokowi. Listyo dipilih karena memiliki kualitas dan rekam jejak prestasi yang baik di Polri.

"Jadi bukan karena macam-macam. Jangan diartikan macam-macam," ucapnya.

Sebelumnya,  Presiden Jokowi menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal kapolri. Listyo telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI hari ini.

Seluruh fraksi di Komisi III DPR RI menyetujui Listyo sebagai kapolri baru. Rapat itu juga menyepakati pemberhentian Jenderal Idham Azis dari Kapolri karena masa baktinya telah berakhir.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengakui bahwa gelaran uji kelayakan dan kepatutan memang formalitas. Menurutnya, berdasarkan pandangan sembilan fraksi di Komisi III DPR pun tidak ada yang mempermasalahkan pengusulan Listyo sebagai calon Kapolri.

"Kalau ini formalitas, memang formalitas. Kalau dari pandangan semua fraksi, tidak ada yang mempermasalahkan," kata Desmond dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan. 

Desmond pun menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari makalah berjudul Transformasi Menuju Polri yang Presisi yang dipaparkan Listyo.

Dia menyebut makalah berisi program kerja Listyo itu merupakan jawaban atas masalah-masalah di yang terjadi di tubuh Polri hari ini. "Tinggal Kapolri yang ditetapkan nanti jadi Kapolri bisa melaksanakan dengan maksimal. Jadi fraksi-fraksi sepakat menyetujui dengan catatan-catatan Presisi ini dapat dijalankan dengan sesuai apa yang dipresentasikan," kata Desmond.