Laskar FPI Tertawa Ditembak Polisi, Nih Pernyataan Munarman yang Bikin Kaget Komnas HAM

Kamis, 21 Januari 2021 – 12:45 WIB

Munarman (Foto: Istimewa)

Munarman (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Beberapa hari terakhir marak pemberitaan soal pernyataan Komnas HAM, yang menyebut ada anggota FPI tertawa saat bentrok dengan polisi pada Senin 7 Desember 2020 lalu. Ini membuat tim advokasi kuasa keluarga korban, Munarman angkat bicara.  

Eks Sekkum FPI ini mengatakan konstruksi narasi yang dibangun oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik sangat subjektif dan berat sebelah.

"Komnas HAM RI dibawa oleh Sdr. Ahmad Taufan Damanik yang seharusnya menjadi National Human Rights Defenders berubah menjadi National Defenders for Human Rights Perpetrators," ujar Munarman dalam keterangan tertulisnya Kamis 21 Januari 2021.

Menurutnya, Ahmad membuat narasi tersebut dikonstruksikan secara negatif dan menyudutkan 6 korban pelanggaran HAM. "Pernyataan dari Ahmad Taufan Damanik selaku ketua Komnas HAM RI yang justru menyudutkan 6 korban pelanggaran HAM berat semakin memperlihatkan sikap unethical conduct alias tidak beradab," kata Munarman.

Lebih lanjut, tindakan tertawa-tawa yang dimaksud, adalah cerita sebelum terjadi peristiwa. "Tertawanya 6 (enam) syuhada korban pelanggaran HAM berat tersebut adalah ekspresi rasa senang mereka atas keberhasilan menyelamatkan HRS (Habib Rizieq Shihab, pimpinan FPI) dan Keluarga dari gangguan Orang Tidak di Kenal (OTK) yang mengancam keselamatan jiwa HRS dan keluarga termasuk anak dan cucu yang masih balita, serta rasa heran mereka atas tindakan gila dan lucu dari OTK, yang ternyata kemudian menjadi pembunuh mereka," ujar Munarman. 

Ia juga mengingatkan Komnas HAM seharusnya menjadi lembaga terdepan dalam menjamin tegaknya HAM di Indonesia, dengan menjaga kredibilitas dan independensi. 

Sebelumnya Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan rekaman voice note laskar FPI sebelum tewas, ada anggota FPI yang tertawa-tawa saat terlibat bentrok dengan polisi.

"Setelah ada tembakan dan ada yang menangis terkena tembakan, ‘serang balik’  ada suara yang itu kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa,” papar Taufan dalam keterangannya Minggu 17 Januari 2021.

Rekaman voice note selama 20 menit itu juga sudah didengarkan oleh ahli psikologi forensik yang independen. Bahkan, ahli tersebut punya pengalaman bekerja dengan Biro Investigasi Federal AS atau FBI. 

Berdasarkan keterangan ahli tersebut, Taufan menyebut, suasana psikologis para pengawal pemimpin FPI Rizieq Shihab itu tidak mencekam saat kejadian.