TP3 Minta Jokowi Ikut Bertanggungjawab Soal Penembakan 6 Laskar FPI

Jumat, 22 Januari 2021 – 00:32 WIB

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA, REQnews - Kasus penembakan enam anggota laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) hingga kini masih belum tuntas. Bahkan, Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Anggota TP3 Marwan Batubara menilai, tindakan aparat kepolisian di kasus penembakan laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab adalah tindakan melampaui batas dan brutal. Pihaknya mengutuk keras aksi penembakan yang dilakukan kepolisian. Menurut TP3, apapun alasannya tindakan aparat kepolisian tersebut tidak dibenarkan dan di luar kewenangan.

"Di luar menggunakan cara-cara kekerasan, di luar prosedur hukum dan keadilan, atau extra judicial killing, tindakan brutal aparat polisi ini merupakan bentuk penghinaan terhadap proses hukum dan pengingkaran atas azas praduga tidak bersalah dalam pencarian keadilan," kata Marwan saat konferensi pers di Hotel Century, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021.

Hal tersebut, sambungnya, bertentangan dengan Pancasila UUD 1945 dan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, TP3 mengutuk keras tindakan polisi dan meminta pelaku penembakan diproses hukum secara adil dan transparan.

Tidak hanya itu, TP3 meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertanggung jawab atas tindakan ini. "Sebagai pemimpin pemerintahan, TP3 meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas tindakan sewenang-wenang dalam kasus pembunuhan tersebut," ucapnya.

Selain itu, TP3 juga meminta negara menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga laskar FPI yang tewas. Sebab, menurut Marwan, penyerangan laskar FPI ini adalah tindakan tidak manusiawi yang dilakukan dengan sengaja.

Terkait penyerangan itu, TP3 juga menyayangkan sikap negara yang belum pernah memberikan pertanggungjawaban sama sekali. Bahkan, Negara tidak pernah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga 6 laskar FPI.

Dengan demikian, Marwan menyebut negara telah melanggar UU nomor 13 tahun 2006 juncto UU nomor 31 tahun 2014 terkait perlindungan saksi dan korban. Tindakan negara juga dinilai pengingkaran terhadap hak-hak korban dan keluarga.

Tokoh-tokoh yang membentuk TP3 adalah:
Muhammad Amien Rais
Abdullah Hehamahua
Busyro Muqoddas
Muhyiddin Junaidi
Marwan Batubara
Firdaus Syam
Abdul Chair Ramadhan
Abdul Muchsin Alatas
Neno Warisman
Edi Mulyadi
Rizal Fadillah
HM Mursalin
Bukhori Muslim
Samsul Badah
Taufik Hidayat
HM Gamari Sutrisno
Candra Kurnia
Adi Prayitno

Tewasnya 6 laskar FPI ini juga diinvestigasi oleh Komnas HAM. Hasilnya, Komnas HAM merekomendasikan agar pengusutan peristiwa tewasnya 4 laskar FPI dilanjutkan ke pengadilan. Berdasarkan hasil investigasi Komnas HAM, 6 laskar FPI tersebut tewas dalam dua peristiwa berbeda. Tewasnya 4 laskar disebut sebagai extra judicial killing.