Harun Masiku Bangkit dari Kubur, Kabarnya ada di Luar Negeri

Jumat, 22 Januari 2021 – 15:32 WIB

Harun Masiku

Harun Masiku

JAKARTA, REQnews - Hingga kini, keberadaan buronan Harun Masiku masih menjadi misteri. Saking gelapnya petunjuk soal keberadaannya, jejak tersangka suap itu tak terlacak, bahkan dikabarkan sudah meninggal.

Namun belakangan ada kabar terbaru yang mencuat terkait buronan KPK tersebut. Bagai bangkit dari kubur, Harun Masiku dikabarkan masih hidup dan saat ini berada di luar negeri.

Kabar tersebut berasal dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Meskipun sebelumnya sempat mengungkap informasi Harun Masiku telah meninggal, Boyamin sempat melakukan pelacakan ke luar negeri.

Menurutnya, bisa jadi Harun Masiku berada di luar negeri dengan cara menyelundup lewat perbatasan dan lain sebagainya. Namun, Boyamin enggan menyebut negara yang dimaksud. Untuk itu, dia meminta KPK menerbitkan red notice. Hal ini lantaran buron KPK itu hingga kini belum terlacak keberadaannya.

"Sampai saat ini yang saya sayangkan itu adalah salah satunya tidak diterbitkan red notice," kata Boyamin kepada wartawan, Kamis, 21 Januari 2021.

Boyamin meminta Satgas Pencari Buron KPK bekerja maksimal untuk menemukan Harun Masiku. Hal itu perlu dilakukan untuk memastikan apakah Harun Masiku masih hidup atau sudah meninggal.

"Kalau hidup segera ditangkap, dan diproses ke pengadilan. Kalau meninggal ya segera ditutup perkaranya, di-SP3. Karena salah satu alasan SP3 itu kan meninggal dunia. Jadi ini kan segera memberikan kepastian kepada siapa pun," katanya.

Harun Masiku masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 7 Januari 2020. Hingga kini, jejak tersangka suap itu tak terlacak.

Harun Masiku merupakan tersangka dalam kasus suap PAW DPR yang hingga kini belum tertangkap. Padahal tiga tersangka lain, yakni Saeful Bahri, eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, dan Agustiani Tio Fridelina, sudah divonis bersalah.

Boyamin sendiri beberapa kali menyampaikan ada dugaan Harun Masiku telah meninggal. Menurut Boyamin, informasi itu diberikan bukan oleh informan sembarangan. Dia menyebut jaringannya itu jaringan terbaiknya.

Dia mengatakan tidak ada pembantahan atau informasi lain. Jadi, dia meyakini hal tersebut. "Ada dua orang yang mengatakan. Pensiunan itu (intelijen), yang bisa akses ke beberapa jaringan. (Harun) sudah nggak ada," ujarnya beberapa waktu lalu.

"Persentase lebih banyak ke yang kedua (dibunuh). Karena umurnya di bawah saya. Track record (dari) teman, (Harun) tak pernah sakit," ucapnya. Tapi, Boyamin tidak menyebut siapa yang membunuh Harun. Dia mengaku belum mendapat informasi.

KPK sendiri belum menemukan bukti valid terkait informasi Harun Masiku telah meninggal dunia. KPK meyakini bahwa informasi Harun meninggal adalah hoax. Pada Rabu 20 Januari 2021, KPK akan membentuk 'Satgas Pencari Buron' untuk mencari Harun Masiku dan DPO lainnya.