Pengecut! Ambroncius Nababan Hapus Akun di Medsos Usai Posting Hinaan dan Rasis ke Natalius Pigai

Minggu, 24 Januari 2021 – 12:02 WIB

Postingan bernada hinaan dan rasis di medsos dari akun Ambroncius Nababan

Postingan bernada hinaan dan rasis di medsos dari akun Ambroncius Nababan

JAKARTA, REQnews - Slogan "NKRI Harga Mati" dan anti rasis di Indonesia sepertinya masih sebatas di mulut dan jauh dari harapan. Pasalnya, hinaan bernada rasis yang bisa berakibat pada perpecahan bangsa masih kerap terjadi.

Salah satunya yang dialami aktivis HAM, Natalius Pigai, yang menjadi korban ujaran rasis. Ironisnya, ujaran rasis itu dilakukan oleh Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan melalui media sosial Facebook.

Berdasarkan gambar yang beredar, Ambroncius Nababan pada Selasa 12 Januari 2021 kedapatan memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor Gorilla. Dia memberi tambahan kalimat yang berbunyi; “Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?”.

Namun setelah ditelusuri REQnews.com, Minggu 24 Januari 2021, akun Facebook Ambroncius diduga telah dihapus setelah unggahannya viral. Namun, ujaran kebencian bernada rasis tersebut terlanjur beredar di masyarakat dan membuat heboh media sosial. Sejumlah netizen pun mengecam aksi tersebut. Hingga kini, yang bersangkutan belum dapat dimintai konfimasi mengenai hal itu.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Syadat Hasibuan atau akrab disapa Gus Umar, mengecam tindakan rasis tersebut. Bahkan, Gus Umar menyarankan Pigai untuk membawa hal ini ke ranah hukum.

"Sebagai orang batak saya mengecam tindakan Rasis ambroncius nababan. Ktk dunia bersatu memerangi rasisme di indonesia malah ada warganya melakukan tindakan rasis hanya krn beda sikap politik. Laporkan kepolisi pak Pigai spy manusia rasis ini ditangkap polisi," cuit Gus Umar melalui akun Twitter @Umar75Hasibuan, Sabtu, 23 Januari 2021.

Senada dengan Gus Umar, Pakar telematika sekaligus mantan politikus Partai Demokrat Roy Suryo juga angkat bicara mengenai hal tersebut. Melalui akun media sosial Twitter @KRMTRoySuryo2 kemarin, Roy juga menyoroti foto-foto pelaku bersama sejumlah pejabat pemerintahan saat ini. Mantan Menpora era Prsiden SBY itu menyebut ujaran itu sangat tidak pantas, apalagi sesama warga Indonesia.

Bagi orang dekat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo, aksi yang dilakukan Ambroncius itu sangat berbahaya bagi keutuhan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pernyataan orang seperti Ambroncius Nababan ini yang bisa membuat NKRI terbelah,” ujar JS. Prabowo yang telah diangkat Menhan Prabowo Subianto sebagai Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), lewat akun Twitter pribadinya, Minggu, 24 Januari 2021.

Kecaman juga disampaikan para warganet. "Contoh kelakuan rasis : (trus saya diblock...) pintar! Kl ada yg mau, direport saja org tsb. Kalau suku - suku lain di Indonesia, yang merasa dirinya lebih cakep secara fisik dibandingkan orang - orang Papua terus saja mengolok - olok orang Papua, maka jangan marah kalau mereka minta merdeka," tulis akun Facebook Kezia Dewi.

"Gilak nih orang. Rasisnya sudah kelewatan. Kenapa orang-orang kayak gini bebas menebar kebencian dan permusuhan?" tulis akun Facebook Wendra Setiawan.

Sebelumnya, hinaan bernada rasis juga dilakukan pegiat Media Sosial Permadi Arya atau Abu Janda baru-baru ini yang ikut-ikutan mengomentari 'ketegangan' antara AM Hendropriyono dan Natalius Pigai. Lewat jejaring Twitter miliknya, Abu Janda mengaku berada di pihak AM Hendropriyono dan melempar sindiran tajam bagi Natalius Pigai.

Sindiran Abu Janda tersebut dijawab langsung oleh Natalius Pigai pada Senin, 4 Januari 2021 lewat akun Twitter @nataliuspigai. Pigai mengungkit risiko membela umat teraniaya dan penegakan demokrasi, HAM, perdamaian serta keadilan.

"Bro mati itu risiko dari keputusan kita membela umat Islam yang teraniaya, rakyat dan orang-orang lemah yang membutuhkan pertolongan karena kekuasaan yang tiran," tulis Natalius Pigai.

"Kita juga pemimpin negara dan sudah memilih jalan terjal demi tegaknya demokrasi, HAM, perdamaian, dan keadilan," katanya melanjutkan.

Jawaban Natalius Pigai tersebut merupakan respons atas Abu Janda yang sebelumnya membandingkan antara dirinya dengan Hendropriyono. Abu Janda menyebut rekam jejak Hendropriyono tidak perlu dilakukan lagi karena dinilai sudah melakukan banyak hal baik bagi negara.

"Kapasitas Jend. Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur BAIS, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor Ilmu Filsafat Intelijen, Berjasa di berbagai operasi militer," ujar Abu Janda, sabtu, 2 Januari 2021.

Abu Janda kemudian membandingkan Hendropriyono dengan Natalius Pigai yang mempertanyakan soal sepak terjang aktivis HAM tersebut. "Kau Natalius Pigai apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belum kau?" tandas Abu Janda.