Duh, Saksi Kasus Suap Banprov Indramayu Diintimidasi

Minggu, 24 Januari 2021 – 12:34 WIB

Ilustrasi Intimidasi (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Intimidasi (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengemukakan pihaknya mendapatkan informasi sejumlah saksi kasus dugaan suap dana bantuan provinsi (banprov) untuk Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 diintimidasi.

Dalam kasus ini, KPK diketahui telah menetapkan Anggota DPRD Jabar 2014-2019 Abdul Rozaq Muslim sebagai tersangka.

"Informasi yang kami terima, terdapat beberapa saksi diduga diintimidasi oleh pihak-pihak tertentu," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Minggu, 24 Januari 2021.

Namun, Ali masih enggan membeberkan pihak-pihak yang mengintimidasi para saksi.

KPK mengultimatum tak akan segan menjerat pengintimidasi dengan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tentang menghalangi proses penyidikan atau obstruction of justice.

"Kami tegaskan kepada pihak-pihak yang dengan sengaja mencegah dan merintangi proses penyidikan perkara ini, maka kami tak segan terapkan ketentuan Pasal 21 UU Tipikor," tegasnya.

Kasus yang menjerat Abdul Rozaq merupakan pengembangan perkara yang menjerat Supendi selaku Bupati Indramayu; Omarsyah selaku Kepala Dinas PUPR Indramayu; Wempy Triyono selaku Kabid Jalan Dinas PUPR Pemkab Indramayu; dan pengusaha Carsa ES. Keempat orang itu telah divonis bersalah dan sedang menjalani hukuman pidana.

Dalam perkara ini, Abdul Rozaq diduga menerima suap sekitar Rp 8,5 miliar dari Carsa. Suap itu diberikan lantaran Abdul Rozaq telah membantu mengurus sejumlah proyek dari dana bantuan provinsi untuk Pemkab Indramayu untuk dikerjakan Carsa.