Ayatollah Ali Khamenei Larang Impor Vaksin, Presiden Hasan Rouhani Segera Gelar Vaksinasi

Minggu, 24 Januari 2021 – 18:35 WIB

Foto: israelhayom.com

Foto: israelhayom.com

Tehran, REQNews.com -- Presiden Hasan Rouhani, Sabtu 23 Januari 2021, mengatakan Iran akan meluncurkan vaksinasi Covid-19 dalam beberapa pekan mendatang.

"Vaksin asing diperlukan sampai produk serupa buatan dalam negeri tersendia," kata Presiden Rouhani dalam sambutan yang disiarkan televisi.

Tidak disebutkan vaksin apa yang akan digunakan, dan tidak ada informasi apakah ada jaminan Iran akan mendapatkannya.

Iran adalah negara Timur Tengah paling parah terkena pandemi Covid-19. Sampai akhir pekan ini jumlah kasus Covid-19 di Iran mencapai 1,37 juta, dengan 57 ribu lebih meninggal.

Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi Iran, melarang pemerintah pemerintah mengimpor vaksin dari AS dan Inggris. Ia khawatir negara-negara itu berusaha menyebarkan infeksi ke negara lain.

Namun Presiden Rouhani mengatakan Iran akan membeli vaksin asing yang aman.

Jika menolak vaksin AS, Inggris, dan negara Barat lainnya, pilihan Iran hanya dua; Sputnik V buatan Rusia atau buatan Cina. Khusus yang kedua, ada dua pilihan; Sinovac dan Sinopharm.

Iran kemungkinan akan membeli vaksin dalam jumlah terbatas, dan akan digunakan untuk kelompok usia rentan tertular. Sambil memvaksinasi sebagian warga, Iran akan meluncurkan uji klinis tiga vaksin buatan dalam negeri.

Tiga vaksin itu adalah Barekat, Pasteur, dan Razi. Dua dari tiga vaksin dikembangkan dengan kerjasama luar negeri. Uji coba diperkirakan akan dimulai musim semi dan musim panas.

Awal Januari lalu Iran menandatangani kerjasama berbagi resep pembuatan vaksin dengan Kuba. Iran dan Kuba senasib, sama-sama dikemplang sanksi AS, yang membuat keduanya tidak bisa membeli apa pun dari negara-negara Barat.

Iran juga menempuh cara lain untuk mendapatkan vaksin, yaitu dengan terlibat dalam program COVAX. Program WHO untuk mengamankan distribusi vaksin yang adil.