Ini Kritik Pakar Hukum Terhadap Komnas HAM Terkait Kasus Laskar FPI

Minggu, 24 Januari 2021 – 21:03 WIB

Laskar FPI yang tewas (Foto:Istimewa)

Laskar FPI yang tewas (Foto:Istimewa)

AKARTA, REQNews – Pakar hukum tata negara Refly Harun memberikan tanggapan terkait pelaporan kasus Kematian enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) ke International Criminal Court (ICC) atau pengadilan internasional di Den Haag, Belanda.

Refly melalui akun YouTube resminya mengatakan bahwa hal ini dilakukan karena ada kekecewaan beberapa pihak terhadap hasil atau kinerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam kasus ini.

Refly memandang dan mengkritik Komnas HAM yang terkesan seperti jurnalis dalam kasus ini.

"Karena, sebenarnya pengaduan ke pengadilan internasional itu lebih pada kekecewaan beberapa pihak terhadap hasil atau kinerja dari Komnas HAM, karena terkesan Komnas HAM itu seperti jurnalis yang berusaha netral antara pihak FPI dan aparat keamanan," kata Refly seperti dikutip dari akun YouTube-nya, Minggu 24 Januari 2021.

Refly menilai, seharusnya Komnas HAM menjadi lembaga yang memastikan negara menghargai dan melindungi HAM masyarakatnya.

Kemudian, Komnas HAM juga harus melihat sejauh mana negara serius melakukan perlindungan HAM dan tidak melanggar HAM. Dalam kasus ini, kata Refly, Komnas HAM harusnya bukan jadi wasit.

"Jadi dia (Komnas HAM) bukan wasit yang menengahi pertikaian antara FPI dan aparat keamanan karena tidak relevan karena FPI adalah society, sementara aparat keamanan adalah state. Jadi, bukan horizontal hubungannya tapi vertikal. Karena hubungannya vertikal, itulah Komnas HAM bukan jadi penengah tapi penyangga antara state dan society agar negara tidak mudah menindas HAM," kata dia.