Tak Terima Disebut Rasis, Ambroncius: Yang Lain Juga Banyak, Tapi Tak Disebut Rasis!

Selasa, 26 Januari 2021 – 05:05 WIB

Politikus Partai Hanura yang juga Ketua Umum Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan, saat menyampaikan permintaan maaf terkait postingannya yang berbau rasis dalam siaran video, Senin, 25 Januari 2021.

Politikus Partai Hanura yang juga Ketua Umum Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan, saat menyampaikan permintaan maaf terkait postingannya yang berbau rasis dalam siaran video, Senin, 25 Januari 2021.

JAKARTA, REQnews - Ambroncius Nababan mengakui dirinya memposting kolase yang menyandingkan foto Natalius Pigai dengan foto gorila di akun media sosialnya.

Politikus Partai Hanura ini menuturkan, foto kolase yang diposting itu dia dapat dari akun media sosial milik orang lain. "Sebenarnya gambar itu saya kutip, saya copas. Itu bertepatan, ketemu akun lain rupanya. Dia posting juga, tapi tidak dibilang dia rasisme dan saya cari yang lain-lain, banyak juga rupanya. Tapi tidak pernah dikatakan orang itu rasis. Tapi kenapa saya yang copas punya orang, saya dibilang rasis," kata Ambroncius, Senin, 25 Januari 2021.

Menurut Ketua Umum Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin) ini, dirinya tak berniat rasis. Hal itu dilakukan hanya untuk mengkritik Natalius Pigai yang tidak setuju dengan vaksin merek Sinovac.

"Pak Pigai tolong Anda kalau memang tidak setuju Sinovac itu tidak masalah, semua orang bisa nggak setuju, tapi jangan Anda ekspos ke luar bahwa Anda tidak percaya dengan Sinovac dan saya akan membeli produk dari luar negeri, itu kan provokasi namanya itu dasarnya," ujarnya. Ambroncius juga mengakui narasi dalam foto yang diunggahnya dibuat sendiri.

"Postingan orang lain. Saya lihat ini bagus postingannya. Jadi saya tidak ada pikiran itu membawa nama Papua karena di judul saya itu tidak ada kata-kata Papua. Percakapannya saya yang buat. Itu saya akui saya yang buat. Sifatnya itu satire, kritik satire. Kalau orang Cerdas tau itu satire itu lelucon-lelucon bukan tujuannya untuk menghina orang, apalagi menghina suku dan agama, tidak ada, jauh sekali, apalagi menghina Papua," imbuhnya.

Meski demikian, dia meminta maaf kepada Natalius Pigai dan masyarakat Papua. "Saya meminta maaf kepada Saudara Natalius Pigai dan masyarakat Papua. Mungkin ada yang tersinggung dan menganggap saya menghina masyarakat luas, apalagi melakukan rasis," ujarnya.

"Saya benar-benar dengan hati yang tulus meminta maaf ke seluruh masyarakat Papua. Mohon hal ini tidak menjadikan kita jadi salah pengertian, miskomunikasi dan mudah-mudahan hal ini bisa dimaklumi dan dibukakan pintu maaf," tambah Ambroncius Nababan.

Tak hanya itu, Ambroncius Nababan berharap klarifikasinya bisa menyelesaikan masalahnya dengan Natalius Pigai. Dia menekankan harapan bisa berdamai.

"Dengan klarifikasi ini mudah-mudahan masalah ini kami bisa selesaikan secara pribadi dengan Pak Natalius Pigai dengan kami akan lakukan secara berdamai," sebut Ambronicus Nababan.

Unggahan Ambroncius yang menyandingkan gambar mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dengan foto gorila, menuai banyak kecaman karena dinilai rasis dan menghina.

Tidak lama berselang, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat (PB) melaporkan Ambroncius Nababan ke Polda Papua Barat dengan nomor LP/17/I/2021/Papua Barat.

Kasus dugaan rasisme yang dilakukan Ambroncius Nababan kepada Natalius Pigai kemudian dinyatakan ditarik ke Bareskrim Polri. Pengambilalihan kasus dugaan rasisme Ambroncius terhadap Natalius Pigai dilakukan berdasarkan hasil analisis tim Siber Bareskrim Polri.