Viral! Mantan Pasien Gangguan Jiwa ini Lulus Seleksi Universitas Indonesia, Kok Bisa?

Selasa, 26 Januari 2021 – 13:02 WIB

Mantan Pasien Ganguan Jiwa lolos masuk UI (Foto:Istimewa)

Mantan Pasien Ganguan Jiwa lolos masuk UI (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang banyak diincar oleh siswa. Untuk bisa menggunakan jaket kuning milik UI tidaklah mudah.

Karena itu, menjadi mahasiswa UI pastinya menjadi kebanggan tersendiri. Namun kisah salah satu mahasiswi ini sungguh inspiratif, karena menyandang status mantan pasien gangguan jiwa. 

Dengan segala masalah yang membuatnya terpuruk, dia berhasil bangkit dan masuk salah satu kampus bergengsi di Indonesia. 

Wanita ini berhasil masuk UI meski sebelumnya pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Kisahnya diunggah oleh akun jejaring media sosial Twitter @hiburanesia.

Melalui kicauannya, akun tersebut mengingatkan kepada publik agar berhenti menertawakan orang-orang yang sedang mengalami gangguan jiwa, serta tidak membuat lelucon bertemakan penyakit jiwa.

“Stop normalizing the mental health jokes (Berhenti menormalkan lelucon kesehatan mental),” tulis akun @hiburanesia, dikutip Hops pada Selasa, 26 Januari 2021.

Terlihat dalam video yang diunggah, wanita yang tidak diketahui namanya itu menulis beberapa penggalan kalimat yang berisi sebuah pesan inspiratif.

Pesan itu disampaikan untuk orang-orang di luar sana, terutama bagi sejumlah pihak yang kerap menggunakan kesehatan jiwa sebagai bahan bercanda.

Layaknya manusia pada umumnya, mantan pasien RSJ ini membuktikan bahwa dia bisa berprestasi dengan lolos masuk Universitas Indonesia.

“Buat yang suka ngejokes tentang ‘kesehatan jiwa’, dapat salam dari mantan pasien RSJ yang lolos seleksi masuk UI (Universitas Indonesia) dengan total absen SMA tiga bulan karena dirawat di RSJ tiga minggu,” ujar mahasiwa UI tersebut.

“Stop jadiin ‘orang gila’ atau ‘RSJ’ buat bahan candaan atau olokan. Jokes kek gitu nggak bikin martabat lu jadi lebih tinggi dari para penderita ODGJ,” lanjutnya.

Sontak unggahan video berdurasi 17 detik tersebut ditanggapi oleh sejumlah warganet di kolom komentar.