Kang Emil, Tenaga Pemakaman Jenazah di TPU Cikadut Mogok, Jenazah Covid Terlantar

Rabu, 27 Januari 2021 – 20:04 WIB

Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19 (Foto:Istimewa)

Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19 (Foto:Istimewa)

 

BANDUNG, REQNews - Jenazah Covid-19 yang meninggal pada hari ini Rabu, 27 januari 2021 sempat terlantar, akibat aksi mogok yang dilakukan para pekerja pengangkut dan memakamkan jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Kota Bandung.

Aksi mogok yang dilakukan para pekerja pengangkut dan memakamkan jenazah Covid-19 tersebut terhitung mulai hari ini, Rabu, 27 Januari 2021.

Mereka mogok kerja karena merasa dituduh melakukan pungutan liar (pungli) kepada ahli waris dan keluarga dari jenazah Covid-19.

Koordinator pengangkut jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, Fajar Tipana yang akrab disapa Apak mengungkapkan, pihaknya berhenti melakukan pengangkutan dan memakamkan jenazah Covid-19 sebab merasa dituduh dan dihujat terkait pungutan liar (pungli).

Atas tuduhan tersebut, pihaknya membantah telah melakukan pungutan liar kepada keluarga atau ahli waris dari jenazah Covid-19.

"Kita keluar keringat, bekerja mengeluarkan menawarkan jasa, si ahli waris memberi dengan rasa ikhlas," ujarnya saat ditemui di TPU Cikadut, Rabu, 27 Januari 2021.

Ia mengatakan, nilai biaya pengangkutan dan pemakaman jenazah Covid-19 bervariasi dan tidak dipatok. Biaya tersebut disepakati bersama antara pihak keluarga atau ahli waris dengan para pengangkut dan pemakaman jenazah.

"Kita enggak ada patokan yang penting keluarga ikhlas. Kadang ada yang ngasih Rp 1.5 juta, tergantung kesepakatan," katanya.

Tiap peti berisi jenazah Covid-19 datang, Fajar mengaku butuh enam orang untuk memikul dan membawanya ke liang lahat. Selanjutnya, sebanyak empat orang lainnya menurunkan peti dan empat orang lainnya mencabut papan penahan peti jenazah. Sedangkan malam hari dibutuhkan kurang lebih 15 orang mengurus jenazah Covid-19.

Fajar membantah jika pihaknya tidak memperhatikan sisi kemanusiaan. Namun, tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya dan rekan-rekannya oleh warganet dan pejabat dirasa sudah keterlaluan.

Akibat aksi mogok ini, Fajar menyebutkan terdapat tiga jenazah Covid-19 yang akan dimakamkan sempat terlantar pada Rabu, 27 Januari 2021 pagi hingga siang. Para ahli waris yang akhirnya memakamkan jenazah memakai APD yang tidak lengkap.