IFBC Banner

Calon Hakim Triyono Martanto Diduga Plagiat, Komisi III Hentikan Fit and Proper Test

Rabu, 27 Januari 2021 – 23:32 WIB

Ilustrasi Hakim (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Hakim (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Komisi III DPR RI menggelar uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung, di pimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa di ruang rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021.

Namun, fit and proper test yang tengah berjalan itu dihentikan pada peserta kedua yakni Calon Hakim Agung, bernama Triyono Martanto. Triyono diduga melakukan plagiat.

Masalah plagiat ini dikemukakan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Ichsan Soelistio.

"Saya melihat makalah bapak, bapak menulis makalah tentang Eksistensi dan Independensi Pengadilan Pajak Dalam Sistem Peradilan di Indonesia. Saya punya pak dari mimbar keadilan jurnal ilmu hukum, ditulis oleh Rio Bravestha dan Sofyan Hadhi, Pak. Kedudukan perasipan pajak dalam sistem perasilaan di Indonesia. Saya melihat dalam malah bapak kemarin ini, ada plagiat pak," ungkap Ichsan Soelistio.

Lantas dugaan plagiat dalam makalah itu dibantah Triyono. Ia mengaku tidak pernah membaca tulisan Rio Bravestha dan Syofyan Hadi, menurutnya sejumlah kalimat yang dituliskan di makalahnya itu pernah disampaikan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sebenarnya apa yang saya tulis disini adalah sama dengan yang saya sampaikan di Mahkamah Konstitusi. Ya berarti itu memang tulisan kami pak, itu memang tulisan dalam untuk memposisikan legal standing kami di Mahkamah Konstitusi. Jadi kalau misalnya ada kesamaan memang tadi pak, antara eksistensi dan kedudukan itu memang banyak ditulis pak. Sampai sekarang pun itu masih menjadi perdebatan dikalangan akademisi," jelas Triyono.

Di sisi lain, Desmond J Mahesa meminta Ichsan membacakan tulisan Triyono yang diduga plagiat serta membandingkannya dengan tulisan Rio Bravestha dan Syofyan Hadi.

Usai dibacakan, lalu kemudian Desmond mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap Triyono.

"Oke kalau demikian patut diduga, oke karena ini patut diduga, ini tolong rapat saya ambil keputusan tidak dilanjutkan, tinggal fraksi-fraksi yang memutuskan karena ini patut diduga," tegas Demsond.