IFBC Banner

Pekan Depan, Tersangka Bom Bali Encep Nurjaman alias Hambali Jalani Vaksinasi, Publik AS Marah

Sabtu, 30 Januari 2021 – 09:38 WIB

Foto: Daily Mail

Foto: Daily Mail

Guantanamo, REQNews.com -- Encep Nurjaman, tersangka Bom Bali yang dikenal dengan nama Hambali, mendapat prioritas menjalani vaksinasi. Netizen AS marah-marah.

Dua tangan kanan Encep; Mohammed Nazir bin Lep dan Mohammed Farik bin Amin, juga mendapat prioritas. Lainnya adalah Khalid Sheikh Mohammed, yang disebut-sebut otak serangan 9/11.

"Seorang pejabat di Pentagon baru saja menandatangani memo yang menyetujui pengiriman vaksin Covid-19 ke populasi di Guantanamo," kata Jaksa Clayton Trivett Jr yang akan menyeret terdakwa ke meja hijau kepada New York Times.

Pejabat yang dimaksud adalah Terry Adirim, wakil asisten menteri pertahanan untuk urusan kesehatan, yang dilantik Joe Biden pekan lalu.

Vaksin diberikan sukarela sesuai kebijakan Pentagon, dan hanya membutuhkan persetujuan penerima. Namun, Badan Obat dan Makanan AS (FDA) belum mengeluarkan persetujuan.

Dua vaksin; Moderna dan Pfizer-BioNTech mendapat ijin penggunaan darurat untuk para tahanan.

Kamp tahanan Guantanamo di Kuba kini berisi 40 orang. Semuanya menjalani vaksinasi, Senin pekan depan, jika mereka mau.

Tahanan adalah kelompok terakhir di Pangkalan AL Guantanamo yang diinokulasi. Sebelumnya, awal Januari 2021, enam ribu penduduk yang bermukim di pangkalan menerima vaksin.


Publik Marah

Pengiriman vaksin ke tahanan Guantanamo terjadi saat AS kekurangan pasokan untuk memvaksinasi sebanyak mungkin warganya. Saat ini baru 26 juta penduduk AS mendapat suntikan.

Inilah yang membuat publik AS melampiaskan kemarahan di media sosial. "Jadi, vaksin akan diberikan kepada teroris di Teluk Guantanamo sebelum Anda mendapatkannya? Wow..." tulis satu netizen.

Yang lain menulis; "Siapa yang mendapat vaksin pertama, penderita diabetes berusia 74 tahun atau orang yang merencanakan serangan 9/11 yang meringkuk di Teluk Guantanamo."

Belum ada penjelasan apakah seluruh, atau sebagian, tahanan bersedia menerima vaksin. Yang pasti, Encep Nurjaman dan dua tangan kanannya diharapkan menerima vaksin sebelum menghadapi persidangan pada 22 Februari 2021.