Empat Ibu Rumah Tangga Ditahan Bersama Bayinya Gegara Protes Pabrik Rokok, Gubernur Turun Tangan

Minggu, 21 Februari 2021 – 16:32 WIB

4 IRT bersama bayinya ditahan karena protes pabrik rokok (Foto:istimewa)

4 IRT bersama bayinya ditahan karena protes pabrik rokok (Foto:istimewa)

 

LOMBOK TENGAH, REQNews – Empat ibu rumah tangga (IRT) di Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mendekam di balik jeruji Kejaksaan Negeri Praya, yang menyedihkan dua IRT harus membawa bayi mereka berada di balik jeruji karena mesti menyusui.

Keempat IRT itu sebelumnya melempar pabrik rokok yang di Dusun Eat Nyiur sebagai bentuk protes karena polusi yang ditimbulkan dan justru pabrik memilih mempekerjakan orang luar dibanding warga setempat.

Masing-masing IRT itu adalah Nurul Hidayah (38 tahun), Martini (22 tahun), Fatimah (38 tahun), dan Hultiah (40 tahun).

Mereka merupakan warga Dusun Eat Nyiur yang diancam pasal 170 KUHP ayat (1) dengan ancaman pidana penjara 5-tujuh tahun atas tuduhan pengerusakan.

Setelah kasus ini viral, telah ada puluhan pengacara yang akan bergabung secara sukarela memberikan bantuan hukum terhadap IRT itu.

Bahkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah telah menjenguk empat ibu rumah tangga tersebut yang ditahan di Lapas Praya, Lombok Tengah (Loteng), pada Sabtu, 20 Februari 2021.

“Di Lapas Praya, keadaan dan kondisi empat ibu-ibu ini sehat dan baik-baik saja. Begitu juga dengan anak-anaknya, mereka tak kekurangan satu apapun, apalagi teman-teman di Lapas sangat membantu,” kata Gubernur.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini memastikan empat IRT tersebut akan ditangguhkan penahanannya, Senin pekan depan. “Tadinya mau ditangguhkan hari ini, tapi pengadilan tidak bisa memutuskan penangguhan karena hari ini hari libur,” jelas Bang Zul sembari menambahkan akan menemui pemilik pabrik tembakau tersebut