Berani Banget, Azis FPI Sebut Polisi Kurang Piknik dan Gak Baca

Senin, 22 Februari 2021 – 11:02 WIB

Aparat keamanan pakai perahu karet FPI (Foto: Istimewa)

Aparat keamanan pakai perahu karet FPI (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sekelompok sukarelawan yang mengatasnamakan Front Persaudaraan Islam (FPI) dibubarkan aparat keamanan saat memberikan bantuan kepada korban banjir di wilayah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Sabtu 20 Februari 2021.

Eks Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar pun angkat bicara terkait peristiwa itu. Ia memastikan organisasi FPI alias Front Pembela Islam yang lama sudah tidak ada lagi. 

Kata dia, saat ini yang ada hanya Front Persaudaraan Islam atau FPI versi baru. "Setahu saya Front Pembela Islam sudah tidak ada yang ada Front Persaudaraan Islam," ungkap Aziz kepada wartawan, Senin 22 Februari 2021.

Dirinya justru mempertanyakan aparat yang justru mempermasalahkan soal kecil seperrti logo dan atribut FPI versi baru. "Jika yang dilarang logo dan atribut Front Persaudaraan Islam,maka mungkin beliau- beliau kurang piknik dan kurang membaca," kata dia.

Sebelumnya, Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengungkapkan alasan melakukan pembubaran terhadap sekelompkok orang sukarelawan yang mengatasnamakan Front Persaudaran Islam pada Sabtu (20/2) kemarin.

Kompol Saiful beralasan langkah tegas itu dilakukan lantaran para sukarelawan memakai atribut Front Pembela Islam (FPI) yang telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Saat itu pihaknya membolehkan kelompok relawan itu ikut berikan bantuan korban banjir asal tidak memakai atribut FPI. Diketahui, sebanyak sepuluh orang yang mengatasnamakan FPI itu dibubarkan. Tidak ada perlawanan dari kelompok tersebut, mereka bubar dan mencopot atribut FPI tersebut.