Duh, Lebih dari 40 Persen Generasi Z Ogah Divaksin

Senin, 22 Februari 2021 – 11:31 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Program pemberian vaksin anti Covid-19 yang dicanangkan pemerintah, ternyata tak seutuhnya didukung seluruh golongan masyarakat.

Hal tersebut setidaknya terlihat adri dari hasil survei Indikator Politik. Dari hasil survey tersebut, generasi Z atau anak-anak muda kelahiran 1996-2015 terpantau banyak yang tak mau divaksinasi.

Persentasenya pun cukup besar dalam hal ketidakmauan untuk divaksinasi. Meski demikian, persentase gen Z yang tidak bersedia divaksinasi memang tidak sampai melampaui persentase gen Z yang bersedia.

Namun angka gen Z yang tidak mau divaksinasi cenderung lebih besar dibanding generasi di atasnya, termasuk generasi milenial yang secara usia di atas generasi Z.

Survei Indikator Politik dilakukan pada 1-3 Februari. Hasil survei bertajuk 'Siapa Enggan Divaksin?' dipresentasikan oleh Direktur Eksekutif Burhanuddin Muhtadi pada Minggu, 21 Februari 2021.

Dalam survei yang dilakukan via telepon ini, ada 1.200 responden yang terlibat. Mereka dipilih secara acak dari kumpulan sampel yang dipunyai Indikator Politik untuk survei Maret 2018 hingga Maret 2020. Sampel diambil dari semua provinsi di seluruh Indonesia.

Toleransi kesalahan (margin of error/MoE) ±2.9%. Tingkat kepercayaan 95%.

"Secara umum, mayoritas warga bersedia untuk diberi vaksin COVID-19 di hampir semua basis demografi, kecuali kelompok usia 22-25 tahun dan kelompok pendidikan SLTP," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi.

Berikut ini hasil survei yang memuat data soal generasi Z, yakni generasi berumur kurang dari 21 tahun dan berumur 22-25 tahun:

1. Kesediaan divaksin

< 21 tahun
Bersedia: 54,5%
Tidak bersedia: 45,5%
Tidak tahu/tidak menjawab: 0%

22-25 tahun
Bersedia: 45,1%
Tidak bersedia: 43,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 10,9

26-40 tahun
Bersedia: 55,9%
Tidak bersedia: 40,4%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,8%

41-55 tahun
Bersedia: 53,6%
Tidak bersedia: 42,6%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,7%

> 55 tahun
Bersedia: 61,0%
Tidak bersedia: 34,1%
Tidak tahu/tidak menjawab: 4,9%

2. Bersedia membayar vaksin? (Pertanyaan khusus untuk yang bersedia divaksin)

< 21 tahun
Bersedia: 23,7%
Tidak bersedia: 63,4%
Tidak tahu/tidak menjawab: 12,9%

22-25 tahun
Bersedia: 25,1%
Tidak bersedia: 74,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 0%

26-40 tahun
Bersedia: 23,7%
Tidak bersedia: 68,7%
Tidak tahu/tidak menjawab: 7,6%

41-55 tahun
Bersedia: 21%
Tidak bersedia: 75,2%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,8%

> 55 tahun
Bersedia: 26,6%
Tidak bersedia: 67,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 5,4%

Dalam acara paparan hasil survei ini, hadir pula kepala daerah, salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia mengomentari soal kecenderungan gen Z ini.

"Kalau tadi ambil contoh misalnya usia generasi Z 22-25 itu bukan milenial, itu generasi Z, itu tingkat nggak maunya tinggi, berarti harus cari cara mengkomunikasikan ke kelompok usia itu dengan sebuah metode," kata Ridwan Kamil.