Terseret Kasus Korupsi Benny Tjokro, Pengusaha Ini Bakal Dipanggil Penyidik Kejagung

Senin, 22 Februari 2021 – 23:31 WIB

Tersangka kasus korupsi PT Asabri, Benny Tjokrosaputro (Foto: Istimewa)

Tersangka kasus korupsi PT Asabri, Benny Tjokrosaputro (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti, Tan Kian bakal dipanggil tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dengan kasus korupsi PT Asabri (Persero) yang melibatkan Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka.

"Saya lihat ada kemungkinan diperiksa (kembali). Karena kan asetnya tidak hanya di satu tempat yang dikerjasamakan," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah saat dikonfirmasi wartawan, Senin 22 Februari 2021.

Penyidikan tersebut, kata Febrie, untuk menindaklanjuti terkait dengan pengetahuan pengusaha itu soal aset-aset Benny. Sebelumnya, penyidik telah mendapatkan sejumlah alat bukti bahwa Tan Kian pernah bekerja sama mengelola aset-aset tersebut.

"Kan mau kami pastikan, sampai seberapa jauh pengetahuan dia dari sumber dana yang Benny Tjokro kerja samakan," katanya.

Ia mengatakan bahwa penyidik akan terus mendalami status kerjasama tersebut. Karena, aset tersebut bersumber dari tersangka kasus korupsi. Selain itu, Febrie mengatakan penyidik perlu memastikan apakah aset kerjasama itu sebagai upaya tindak pidana korupsi atau tidak.

Tetapi, ia belum bisa membeberkan aset apa saja yang ada keterkaitan dengan Tan Kian. "Alat buktinya kan belum lengkap. Makanya Tan Kian juga diperiksa lagi nanti," sambungnya.

Sebelumnya, Ten Kian sudah pernah diperiksa tim Kejagung pada 10 Februari 2021, lalu terkait dengan kasus PT ASABRI (Persero). Lalu, ia juga ikut terseret dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Karena ada kaitannya dengan Benny Tjokro.

Ten Kian sebelumnya pernah membuat kesepakatan dengan Benny Tjokro pada 2015. Yaitu untuk pembangunan apartemen dengan nama South Hill.

Namun, Benny telah menerima pembayaran sebesar Rp400 miliar dan Tan Kian menerima Rp1 triliun. Itu didapatkan dari hasil penjualan secara pre-sale. Dari hasil penjualan unit apartemen lainnya, disepakati Benny mendapat bagian 70 persen dan Tan Kian memperoleh 30 persen.

Diketahui, sebelumnya Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan tersangka. Yaitu terkait dengan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri.

Delapan tersangka tersebut adalah:

- Direktur Utama PT Asabri periode 2011-Maret 2016 Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri

- Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020 Letjen Purn Sonny Widjaja

- Mantan Direktur Keuangan PT Asabri Bachtiar Effendi

- Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono

- Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017 Ilham W. Siregar

- Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi

- Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro

- Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations, Jimmy Sutopo

- Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat

Perlu diketahui, bahwa dua orang tersangka yaitu Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat, sebelumnya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Adapun kerugian keuangan negara akibat dugaan tindak pidana korupsi ini ditaksir mencapai Rp23,7 triliun.