Tak Terima Jenazah Istri Dimandikan Perawat Pria, Suami Pidanakan 4 Petugas RSUD Djasamen Saragih

Senin, 22 Februari 2021 – 22:30 WIB

Anggota pengurus PPNI dan pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI

Anggota pengurus PPNI dan pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI

JAKARTA, REQnews- Empat orang petugas forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih terjerat kasus pidana. Penyebabnya karena mereka memandikan jenazah seorang wanita bukan muhrim bernama Zakiah. 

Keempat petugas pria yang kini berstatus tersangka tersebut diketahui berinisial DAAY, ESPS, RS, dan REP. Dari dua diantara tersangka tersebut diketahui sebagai perawat.

Mereka dipolisikan berdasarkan Pasal 156 huruf a juncto Pasal 55 ayat 1 tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Itu keterangan saksi ahli dan keterangan MUI yang kita pegang. Sudah kita panggil MUI, bahwasanya MUI menerangkan perbuatan mengenai penistaan agama,” kata Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto, Senin 22 Februari 2021.

Adapun kronologi kejadian Penetapan tersangka kepada empat petugas forensik tersebut setelah polisi mendapatkan laporan dari suami Zakiah, Fauzi Munthe. Sang suami tidak terima dengan perbuatan empat petugas tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam fardu kifayah,

Merespon hal tersebut,  polisi melakukan pengembangan penyelidikan dan pemeriksaan kepada empat tersangka dan RSUD.

Meski status keempat petugas forensik tersebut telah dinaikan sebagai tersangka, namun, polisi tidak melakukan penahanan kepada yang bersangkutan lantaran keempat petugas forensik itu masih dibutuhkan untuk menangani jenazah di RSUD Djasamen Saragih.

"Kita khawatir kalau dilakukan penahanan di rumah tahanan akan mengganggu proses berjalannya kegiatan forensik. Di antara memandikan jenazah dan sebagainya. Kita gak mau gara-gara ini kegiatan itu terhenti apalagi sekarang kondisi pandemi," ujar Kasi Pidum Kejari Siantar, M Chadafi secara terpisah. 

Tak hanya itu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) turun tangan untuk memberikan pendampingan hukum kepada petugas tersebut.

Sementara, Ketua DPW PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani meminta para perawat untuk bekerja profesional dan tidak terpancing dengan upaya provokasi. “Kami minta perawatan untuk tetap tenang jangan terprovokasi, tetap bekerja profesional dan tetap menjaga kerukunan umat beragama,” kata dia. 

Sebelumnya, jenazah wanita asal Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, bernama Zakiah (50) dimandikan empat orang pria petugas forensik RSUD Djasamen Saragih. Suami almarhum Zakiah, Fauzi Munthe, melaporkan kasus tersebut akhirnya melapor ke Polres Pematangsiantar.