Ini Penjelasan Kemenkes Soal Nakes Meninggal Usai Divaksin, Awas Kaget!

Selasa, 23 Februari 2021 – 09:25 WIB

Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19 (Foto:Istimewa)

Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19 (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Erny Kusuma Sukma Dewi, meninggal karena Covid-19. Sebelumnya, ia sempat divaksin. 

Kabar itu menjadi perhatian Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. Ia mengatakan, tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 ini terinfeksi virus corona sebelum menerima vaksinasi tahap pertama.

"Ini sebagian besar adalah terinfeksi (Covid-19) pada rentang waktu sebelum penerimaan daripada vaksinasi," kata Nadia dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Kemenkes, Senin 22 Februari 2021.

Sebagai informasi, masa inkubasi virus corona 1-14 hari dengan rata-rata 5-6 hari. Artinya, kata dia, sangat memungkinkan nakes terpapar Covid-19 sebelum menerima vaksinasi.

Selain itu, Nadia menekankan, vaksin Covid-19 CoronaVac yang diproduksi perusahaan asal China Sinovac telah dinyatakan aman dan bermutu dengan diterbitkannya izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin tersebut kini digunakan pemerintah untuk program vaksinasi Covid-19. "Sehingga dipastikan bahwa penyuntikan vaksin ini tidak menimbulkan penyakit pada orang yang mendapatkan vaksinasi," ujarnya.

Menurutnya, suntikan pertama vaksin Covid-19 untuk memicu respons kekebalan awal. Sementara itu, penyuntikan kedua vaksin untuk menguatkan respons imun yang sudah terbentuk pada penyuntikan pertama.

"Sehingga imunitas baru yang akan terbentuk sebagai vaksinasi covid-19 itu akan terbentuk setelah 28 hari penyuntikan dosis kedua," ucapnya.

Pihaknya pun mengaku belum ada laporan terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang signifikan terhadap vaksinasi yang dilakukan pada nakes yang berusia 60 tahun ke atas.