Dua Notaris Diperiksa Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo

Selasa, 23 Februari 2021 – 20:02 WIB

Edhy Prabowo (Foto:Istimewa)

Edhy Prabowo (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam saksi untuk melengkapi berkas tersangka Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),

Dari enam saksi yang dipanggil penyidik KPK, dua di antaranya berprofesi notaris.

Mereka yang diperiksa adalah Pimpinan BNI Cabang Cibinong, Kabupaten Bogor Alex Wijaya, seorang PNS bernama Gellwynn DH Yusuf, karyawan swasta Badriyah Lestari, Lutpi Ginanjar selaku mahasiswa serta dua notaris masing-masing Alvin Nugraha dan Lies Herminingsih.

"Keenamnya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo/mantan Menteri Kelautan dan Perikanan)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Sebagai tersangka penerima suap, yaitu Edhy, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Misanta Pribadi (AMP), Amiril Mukminin (AM) selaku sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy.

Sedangkan tersangka pemberi suap, yakni Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Suharjito didakwa memberikan suap senilai total Rp2,146 miliar yang terdiri dari 103 ribu dolar AS (sekitar Rp1,44 miliar) dan Rp706.055.440 kepada Edhy