Meski Dikecam Dunia, Malaysia Deportasi 1.086 Muslim Rohingya

Selasa, 23 Februari 2021 – 21:35 WIB

Foto: Daily Sabah

Foto: Daily Sabah

Kuala Lumpur, REQNews.com -- Malaysia mendeportasi 1.086 warga Muslim Rohingya, termasuk seorang bocah tanpa saudara berusia 14 tahun, kendati pengadilan memerintahkan penghentian repatriasi.

Kairul Dzaimee Daud, direktur jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, mengatakan Muslim Rohingya setuju kembali ke Myanmar sukarela. Mereka dijemput tiga kapal angkatan laut Myanmar.

Deportasi dilaksanakan beberapa jam setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memberi ijin tinggal sementara, dan melarang pengusiran hingga Rabu 24 Februari 2021 pukul 10:00 pagi.

Perintah dikeluarkan sebagai tanggapan atas permintaan Amnesty International untuk peninjauan yudisial dan Asylum Acces. Muslim Rohingya berada dalam bahaya jika dipulangkan ke Myanmar, yang saat ini berada di bawah pemerintahan militer.

Selusin lebih yang dideportasi adalah anak-anak tanpa orang tua. Mereka terpisah dari keluarga.

Daud mengatakan mereka yang dipulangkan adalah semua warga negara Myanamr yang ditahan tahun lalu, dan bukan pencari suaka atau pengungsi dari minoritas Rohingya yang dianiaya.

Direktur Eksekutif Amnesty International Malaysia Katrina Jorene Maliamav sebelumnya mengatakan pengadilan akan mendengarkan bandingnya, dan mendesak Malaysia memberikan akses UNHCR ke kelompok itu untuk memverifikasi klaim suaka.

"Pemerintah harus menghormati perintah pengadilan dan memastikantidak satu pun dari 1.200 orang dideportasi hari ini," katanya.

Tham Hui Ying, direktur Asylym Acces, mengatakan mengembalikan anak-anak melanggar komitmen Malaysia berdasarkan Konvensi Hak Anak dan UU Anak yang menyatakan tanggung jawab pemerintah melindungi anak.

Myanmar saat ini diguncang aksi protes di seluruh negeri, yang menyeru pemulihan demokrasi. Negeri yang dulu bernama Burma itu kini dalam cengkeraman militer.