Jateng Dikepung Banjir, Buzzer Sunyi Senyap

Rabu, 24 Februari 2021 – 05:04 WIB

Banjir terjadi di kantor Gubernur Jateng

Banjir terjadi di kantor Gubernur Jateng

SEMARANG, REQnews - Hujan lebat yang mengguyur pusat Kota Semarang sejak Selasa sore, 23 Februari 2021, membuat banjir sejumlah titik. Tak terkecuali kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di Kota Semarang, juga ikut kebanjiran.

Tak hanya Semarang, daerah lain di Jawa Tengah pun kebanjiran. Khusus wilayah Kudus, bahkan mengalami banjir hingga tiga pekan terakhir. Lain daerah, lain juga kisahnya. Tak seperti di Jakarta, banjir yang melanda Semarang dan Kudus sepi dari nyinyiran buzzer seperti yang terjadi di Jakarta.

Air masuk ke dalam hingga setinggi sekitar mata kaki, sedangkan di halaman belakang bervariasi mulai dari betis hingga lutut. Sementara itu, puluhan motor dan mobil terendam genangan yang terus mengalir.

Selain Semarang, banjir melanda Kabupaten Kudus selama tiga pekan terakhir. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut wilayah Kudus seperti mangkok. "Kudus itu memang bentuknya kayak mangkok, maka satu-satunya harus ada engineering," katanya, Selasa 23 Februari 2021.

Ganjar menilai, jika masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir berkenan untuk pindah, akan cukup menjadi solusi. Namun menurutnya, hal itu bukan solusi yang tepat. Ia pun menyarankan agar ada sumur resapan yang ada di wilayah-wilayah rawan banjir di Kudus. Selain itu, area tangkapan air juga perlu disiapkan.

"Kalau masyarakatnya nggak mau pindah, tetap di situ, maka dia punya potensi. Kalau dia punya potensi banjir maka mesti disiapkan mulai dari sumur resapan terus kemudian area tangkapan airnya," jelas Ganjar.

"Terus kemudian kalau perlu dibuat reservoir-reservoir agar dapat dilakukan pemompaan. Kemarin pak Bupati Kudus sudah ngobrol dengan saya, akan dilakukan," lanjutnya.

Selain Kudus, Ganjar menyebut, sejumlah wilayah yang memiliki kondisi serupa yakni Kabupaten Demak, Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.

"Kita minta bantuan dari teman-teman bupati, wali kota agar memperketat tata ruang, terutama daerah-daerah yang punya potensi tenggelam. Demak sama Semarang itu di Sayung, Pekalongan itu ada kabupaten dan kota. Ini dua yang menurut saya yang penting," kata Ganjar.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BPBD Kudus, Budi Waluyo, menyampaikan 20 desa di tiga kecamatan di Kudus terendam banjir hingga kemarin. Banjir di Kudus sudah terjadi selama tiga pekan sejak awal Februari lalu.