Lambung yang Sakit, Payudara DIS Malah Diremas Perawat RS Haji Surabaya

Rabu, 24 Februari 2021 – 08:30 WIB

Ilustrasi Pelecehan Seksual (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Pelecehan Seksual (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Seorang perempuan, DIS mengaku mendapat perlakuan tak senonoh oleh oknum perawat RS Haji Sukolilo Surabaya. Perawat berinisial RK itu menjalankan aksinya pada Minggu 21 Februari 2021 dini hari. 

RK dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas dugaan pelecehan seksual dengan nomor Laporan Polisi : LP-BI172 / || /RES.1.24./2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes, Selasa 23 Februari 2021. DIS turut didampingi suami, kuasa hukum dan beberapa pendekar dari Perguruan Silat Pagar Nusa.

Adapun kronologi kejadian bermula saat DIS dilarikan ke IGD RS Haji akibat sakit lambung yang dideritanya. Sekitar pukul 03.00 WIB, DIS merasakan bagian payudaranya diremas oleh sang perawat.

"Saat itu saya dibawa oleh perawat ke ruang pemeriksaan IGD. Sedang periksa lambung, kemudian saya merasa payudara saya diraba dan diremas" kata DIS

Dikarenakan dalam kondisi tubuh yang masih lemas, DIS mengaku tidak bisa berbuat banyak terlebih untuk melakukan perlawanan.

"Posisi dalam keadaan lemas. Saya mau teriak tidak bisa. Saya tidak bisa apa-apa. Beberapa kali perawat itu meraba payudara," ucapnya.

Tidak terima dengan perlakuan perawat tersebut, DIS pun memutuskan melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya. 

"Dari Polrestabes sudah ditindaklanjuti, dan besok akan melakukan pemeriksaan dan visum," kata pengacara DIS, Dani Wijaya.

Menanggapi kasus tersebut, Humas RS Haji Surabaya, Djati Setyo Putro mengaku pihaknya akan memberikan sanksi tegas jika nantinya terbukti melakukan perbuatan asusila. Mereka juga menyerahkan segala proses hukum ke kepolisian.

Ia juga memastikan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas, jika memang ada oknum perawat yang terbukti melakukan perbuatan pelecehan seksual ke pasiennya.

"Dipersilahkan korban membawa kasus ini ke ranah hukum. Apabila terbukti ada perbuatan asusila yang dilakukan oknum perawat, kami akan menjatuhkan sanksi tegas," katanya.

Sementara itu, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih mendalami dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas laporan dari korban. 

Jika nantinya oknum perawat terbukti melakukan pelecehan seksual, siap-siap terancam hukuman maksimal 7 tahun. Hal tersebut mengacu kepada Pasal 290 ayat 1 KUHP yakni melakukan pencabulan terhadap orang yang sedang tidak berdaya (dalam keadaan tidak sadar).