Ferdinan Sebut Massa Menyemut Saat Jokowi di Maumere Bukan Kerumunan, Terus Apa Dong?

Rabu, 24 Februari 2021 – 13:32 WIB

Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinan Hutahaean

Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinan Hutahaean

JAKARTA, REQnews - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, berkumpulnya massa saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 23 Februari 2021, bukanlah kerumunan yang direncanakan.

Sehingga, kejadian itu tidak bisa dianggap sebagai sebuah pelanggaran protokol kesehatan. “Kerumunan di NTT itu bukan kerumunan yang direncanakan. Tapi faktanya adalah Jokowi datang menuju lokasi peresmian, dan warga berdiri menyambut. Jokowi kemudian menyapa warganya, karen tak mungkin Jokowi berlalu tak bertegur dengan warga karena prokes. Ayolah gunakan nalar sehat mencerna peristiwa,” tulis Ferdinand di akun twitternya, Rabu, 24 Februari 2021.

Dia juga menambahkan, Jokowi juga nampak berkali-kali menyarankan warga agar mengenakan masker. “Euforia dan histeria spontan itu tak mungkin dilarang dan tak mungkin warga dikunci di rumah agar tak berkerumun menyambut presiden yang mereka cintai,” katanya.

Menurut Ferdinan, kerumunan massa saat kedatangan Jokowi itu tidak bisa disamakan dengan kerumunan seperti yang terjadi pada Habib Rizieq Shihab (HRS). Sebab Jokowi tak mengundang untuk hadir dalam kerumunan.

“Kerumunan kunjungan pak @jokowi di NTT sangat berbeda dengan kerumunan acara pernikahan putri Rizieq Sihab. Jokowi tak mengundang, tak menyiapkan tenda untuk kerumunan, dan Jokowi selalu tampak menunjuk maskernya agar warga juga pakai masker. Spontanitas euforia dan histeria yang tak direncanakan,” katanya.

Dalam video yang beredar di media sosial, saat kunjungan kerja itu Jokowi nampak disambut massa di Maumere, Kabupaten Sikka, hingga menyebabkan kerumunan. Jokowi juga nampak membagi-bagikan bingkisan yang dilemparnya dari mobil ke arah kerumunan warga.

Banyak pihak yang menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih saat ini pandemi Covid-19 masih terus melanda tanah air. Pemerintah sendiri juga ketat dan melarang membuat kerumunan.