Donald Trump Kini Hadapi Serangkaian Gugatan Pelecehan Seksual, Ini Dia Para Korbannya

Rabu, 24 Februari 2021 – 14:01 WIB

Summer Zervos, dan Donald Trump (Foto:Istimewa)

Summer Zervos, dan Donald Trump (Foto:Istimewa)

WASHINGTON, REQNews - Setelah tak lagi menjabat sebagai presiden, tuduhan pelecehan seksual terhadap Donald Trump kembali mencuat. Pada November 2019, presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 itu digugat oleh penulis E. Jean Carroll atas tuduhan memperkosanya di sebuah pasaraya Manhattan pada medio 1990an.

Di sisi lain, Trump berkilah tak pernah mengenal Carroll dan menuduhnya berbohong agar bukunya laris.

"Ia bukan tipeku," tegasnya, dilansir dari Reuters.

Dalam gugatannya, Carroll menuntut ganti rugi yang tak ditentukan dan pencabutan pernyataan Trump.

Ini hanyalah salah satu kasus pencemaran nama baik yang melibatkan tuduhan pelecehan seksual terhadap Trump. Kasus ini kini bisa bergerak lebih cepat setelah ia meninggalkan kursi kepresidenan. Pasalnya, saat menjabat, pengacara Trump dapat mengulurnya dengan alasan tugas mendesak dari kantornya membuatnya tak mungkin menanggapi gugatan hukum perdata.

"Satu-satunya penghalang untuk melanjutkan gugatan perdata adalah ia presidennya," kata Jennifer Rodgers, mantan jaksa federal yang kini menjadi profesor hukum klinis di Sekolah Hukum Universitas New York.

"Saya kira para hakim akan merasa bahwa inilah saatnya untuk bergerak dalam kasus ini," kata Roberta Kaplan, pengacara Carroll.

Gugatan pencemaran nama baik serupa datang dari Summer Zervos, mantan kontestan di acara realitasnya, The Apprentice. Pada 2016, Zervos menuduh Trump melakukan pelecehan seksual dengan menciumnya di luar keinginannya pada pertemuan di New York pada 2007. Ia lantas dituding meraba-raba Zervos di sebuah hotel California saat keduanya bertemu untuk membahas peluang kerja.

Tudingan ini pun dibantah Trump dan menyebut Zervos pembohong. Akibatnya, wanita tersebut terpicu untuk menuntutnya pada 2007 atas pencemaran nama baik. Politisi sekaligus konglomerat itu pun mencoba menggagalkannya dengan alasan sebagai presiden, ia kebal dari gugatan yang diajukan di pengadilan negara bagian.

Pengacara Zervos lantas mengajukan banding ke Pengadilan Banding New York, tetapi lembaga tersebut masih mempertimbangkannya. Zervos kemudian mengajukan mosi pada awal Februari untuk meminta pengadilan agar melanjutkan kasus tersebut sekarang setelah Trump tak lagi menjabat sebagai presiden.

Tak hanya Zervos dan Carroll, ada puluhan wanita yang blak-blakan menuding Trump melakukan pelecehan seksual sebelum ia menjadi presiden.

Beberapa di antaranya adalah mantan model yang mengklaim dilecehkan di turnamen tenis AS Terbuka 1997, mantan kontestan Miss Universe yang mengaku diraba-raba Trump pada 2006, dan reporter yang menuding Trump menciumnya tanpa persetujuannya ada 2005 di resor Mar-a-Lago miliknya. Di sisi lain, Trump membantahnya dan menyebut mereka bermotivasi politik.