Astaga Kelakuan Oknum Polri Ini Biadab Banget, Fatal dan Coreng Korps Bhayangkara

Jumat, 26 Februari 2021 – 10:33 WIB

Ilustrasi Polri (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Polri (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Instansi Polri kembali tercoreng namanya akibat ulah biadab dan fatal Bripka Cornelius Siahaan (CS). Anggota Polsek Kalideres tersebut menembak mati tiga orang di RM Kafe Cengkareng pada Kamis 25 Februari 2021.

Pakar hukum Pidana Universitas Al Azhar Suparji Ahmad menyatakan apa yang dilakukan Bripka CS itu merupakan tindakan brutal dan melanggar KUHP karena terbukti membuat tiga orang tewas di tempat.

“Menurut saya ini tindakan yang sangat biadab, karena menembak mati di tempat, tiga orang jadi korban. Bahkan salah satunya merupakan anggota TNI AD,” kata Suparji melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 26 Februari 2021.

Ia menambahkan, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Karena sudah jelas ada tiga orang meninggal akibat aksi yang dilakukan pelaku Bripka CS. “Unsur-unsur dalam pasal 338 KUHP sudah terpenuhi dengan adanya korban yang tewas itu,” sebutnya.

Suparji menjelaskan penggunaan senjata yang tidak pada tempatnya, karena senjata yang dipegang petugas keamanan sifatnya hanya untuk melumpuhkan bukan mematikan. Terlebih lagi, kata dia, penggunaannya sudah disalahgunakan saat peristiwa di kafe Jakarta Barat.

Sebelumnya dalam keadaan mabuk, Bripka CS juga menembak mati anggota TNI AD yang bernama Pratu RS. Sementara, kedua korban lagi adalah FSS yang bekerja sebagai waiter dan M sebagai kasir. Salah satu korban yakni H mengalami luka-luka. Ia diketahui manajer dari RM Cafe.

Kronologis aksi Bripka Cs dimulai saat dirinya bersama seorang teman datang ke kafe dan memesan minuman sekira pukul 02.00 WIB. Di saat itu pula dia mabuk atas aksi minum-minum itu. Ketika kafe hendak tutup, Bripka CS pun ditagih biaya minuman sebesar Rp 3,3 juta. Akan tetapi dia geram, karena merasa terlalu mahal dan tak mau membayar.

Walhasil, Bripka Cs lantas terlibat cekcok dan berakhir dengan menembak para korban secara bergantian. Hingga para korbannya termasuk Pratu RS roboh di lokasi penembakan Cengkareng. Selanjutnya dia kemudian meninggalkan kafe itu sambil menenteng senjata api. Tak lama, temannya kemudian menjemputnya dan mengamankan ke Polsek Kalideres Jakarta Barat.