Pembobolan Penjara, 25 Tewas dan 400 Napi Kabur

Sabtu, 27 Februari 2021 – 19:30 WIB

Ilustrasi (foto: istimewa)

Ilustrasi (foto: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pembobolan penjara Croix des Bouquets, di ibu kota Haiti, Port-au-Prince pada Kamis 25 Februari 2021 lalu mengakibatkan 400 orang narapidana melarikan diri.

Pada Jumat 26 Februari, pihak penjara melaporkan ada 25 orang tewas dalam aksi brutal ini, salah satunya direktur penjara dan pemimpin geng yang ditahan.

Juru bicara kepolisian setempat, Gary Desrosiers berkata, pembobolan ini adalah upaya sekelompok orang untuk membebaskan pemimpin geng bernama Arnel Joseph, yang pernah menjadi buron nomor wahid di Haiti dan ditangkap 2019 lalu atas banyak kasus kriminal.

Ia menyebut, Joseph sempat ikut kabur bersama napi lainnya, ia lalu mengendarai sepeda motor melewati daerah Artibonite di Kota L'Estere. Pada Jumat, polisi menemukannya dan terjadi kontak senjata.

"Joseph mengeluarkan pistol dan tewas dalam baku tembak dengan polisi," kata Desrosiers, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu 27 Februari 2021.

Selama ini, Joseph diketahui memerintah Village de Dieu, atau Village of God, sebuah kota kumuh di Port-au-Prince. Dia juga memimpin komunitas lainnya, termasuk beberapa di Artibonite yang merupakan departemen terbesar di Haiti.

Sementara dari 400 napi yang kabur, 60 di antaranya sudah ditangkap dan diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Sekretaris negara Frantz Exantus mengatakan, pihak berwenang telah membentuk beberapa komisi untuk menyelidiki siapa yang mengatur pelarian itu dan alasan dari pelarian tersebut. 

Exantus menyayangkan kematian direktur penjara, Paul Joseph Hector, yang menurut keterangan saksi ditembak mendadak oleh para pembobol.

Penjara ini dikenal karena pelarian serupa pada 2014. Kala itu, lebih 300 dari 899 narapidana melarikan diri. Beberapa meyakini bahwa serangan pada pelarian itu dirancang untuk membebaskan Clifford Brandt, putra seorang pengusaha terkemuka, yang telah dipenjara sejak 2012 karena diduga menculik anak-anak dewasa seorang pengusaha saingan. Brandt ditangkap dua hari kemudian di dekat perbatasan Republik Dominika.

Setelah pelarian 2014, para pejabat mengatakan mereka mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di penjara, termasuk memasang kamera keamanan dan memasang monitor pergelangan kaki pada tahanan paling berbahaya. Tidak jelas apakah ada tindakan yang diambil selama ini atau belum. Pada saat pelarian Kamis, penjara menampung 1.542 narapidana, hampir dua kali lipat kapasitasnya.

Namun, pembobolan penjara terbesar Haiti terjadi pada 2010 lalu usai gempa bumi besar. Sebanyak 4.200 orang melarikan diri dari penjara nasional Port au Prince.