Mark Zuckerberg Stres, Facebook Wajib Bayar Denda Rp 9 T Usai Digugat 1,6 Juta Orang

Sabtu, 27 Februari 2021 – 20:31 WIB

Facebook

Facebook

JAKARTA, REQnews - Mark Zuckerberg tentu tak habis pikir, perusahaan kesayangannya, Facebook, harus kalah dalam sidang gugatan privasi di Amerika Serikat (AS).

Hakim distrik Illionis, AS, James Donato menyetujui kompensasi 650 juta dolar AS atau setara Rp 9,3 triliun, yang harus dibayarkan Facebook setelah digugat oleh sebanyak 1,6 juta orang karena dianggap telah menggunakan penandaan wajah foto dan data biometrik tanpa izin pengguna.

Gugatan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2015 lalu. Kini Facebook harus membayar kompensasi maksimal dua bulan sejak putusan hakim, Jumat 26 Februari 2021, jika tidak mengajukan banding.

"Setiap anggota dalam gugatan kelas ini akan mendapatkan setidaknya kompensasi 345 dolar AS (setara Rp 4,9 juta)," kata Donato, seperti dikutip dari AFP, Sabtu 27 Februari.

"Kemenangan besar bagi konsumen di bidang privasi digital yang saat ini tengah diperebutkan dengan panas," ujar Donato.

Seorang pengacara Chicago, Jay Edelson yang mengajukan gugatan tersebut, mengatakan kepada Chicago Tribune bahwa cek dapat dikirim melalui pos dalam waktu dua bulan, kecuali jika pihak Facebook mengajukan banding.

Edelson menjelaskan, gugatan itu berisi tuduhan bahwa Facebook telah melanggar UU privasi Illinois, setelah gagal mendapat persetujuan pemakaian teknologi pengenalan wajah.

Teknologi yang dimiliki Facebook tersebut akan memindai foto yang diunggah oleh pengguna untuk membuat dan menyimpan wajah secara digital.

Undang-undang Privasi Informasi Biometrik negara bagian AS memungkinkan pengguna menuntut perusahaan yang tidak mendapatkan izin sebelum mengambil data seperti wajah dan sidik jari.