Pangeran Mohammed bin Salman Dilaporkan ke Pengadilan Jerman Terkait Pembunuhan Khashoggi

Rabu, 03 Maret 2021 – 00:03 WIB

Pangeran Mohammed bin Salman (Foto:Istimewa)

Pangeran Mohammed bin Salman (Foto:Istimewa)

PARIS, REQNews - Organisasi pengawasan media massa Reporters Without Borders (RSF) melaporkan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) ke pengadilan Jerman atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Khashoggi dibunuh oleh agen intelijen di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Selain MBS, beberapa pejabat Saudi juga ikut diadukan dengan tuduhan yang sama.

Laporan setebal 500 halaman diajukan ke Jaksa Agung Jerman melalui Pengadilan Federal Karlsruhe, Senin, 1 Maret 2021.

Selain terkait kematian Khashoggi, tuduhan terhadap MBS lainnya adalah penahanan sewenang-wenang terhadap lebih dari 30 jurnalis.

"Mereka yang bertanggung jawab atas penganiayaan terhadap jurnalis di Arab Saudi, termasuk pembunuhan Jamal Khashoggi, harus dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka," kata Sekjen RSF, Christophe Deloire, dikutip dari Reuters, Selasa, 2 Maret 2021.

RSF mengajukan gugatan di Jerman karena prinsip yurisdiksi universal, memungkinkan pengadilan di negara itu menuntut kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di mana saja.

Kantor kejaksaan Jerman menyatakan telah menerima pengaduan tersebut dan sedang mendalaminya.

Saudi berkali-kali membantah keterlibatan MBS dalam pembunuhan Khashoggi dengan menyebut peristiwa itu sebagai operasi nakal yang dilakukan intelijen.

Sejauh ini pemerintah Saudi belum memberikan komentar soal tuduhan RSF.

Sementara itu pejabat lain yang ikut dilaporkan RSF adalah Saud Al Qahtani yang merupakan tangan kanan MBS, Ahmed Mohammed Al Asiri mantan penasihat kerajaan, Maher Abdulaziz Mutreb, seorang jenderal, dan Mohammad Al Otaibi konsul jenderal Saudi di Istanbul saat pembunuhan Khashoggi.

Laporan ini disampaikan setelah intelijen Amerika Serikat mengungkap laporan bahwa MBS menyetujui operasi untuk membunuh atau menangkap Khashoggi.

Laporan itu ditindaklanjuti dengan menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pejabat, yakni larangan visa masuk. Arab Saudi dengan tegas menolak laporan intelijen itu dengan menyebutnya sebagai kesimpulan yang negatif, salah, dan tidak bisa diterima.