Belasan Tentara Myanmar Membelot dan Dukung Gerakan anti-Kudeta Militer

Rabu, 03 Maret 2021 – 07:54 WIB

Foto: Myanmar Now

Foto: Myanmar Now

Hpa-pon, REQNews.com -- Belasan tentara Myanmar meningalkan pos-nya dan membelot ke Serikat Nasional Karen (KNU) untuk menunjukan solidaritas kepada pengunjuk rasa anti-kudeta militer.

Phado Saw Mahn Mahn, juru bicara KNU, mengatakan tentara Myanmar yang membelot berjumlah 12 orang dan berasal dari Batalion Infanteri Ringan 402 dan 403 yang berbasis di Dawei.

Mereka menyerahkan diri ke Brigade 4 KNU di Hpa-pon, negara bagian Karen.

"Mereka menghubungi penduduk desa, sebelum bergabung dengan kami," kata Mahn Mahn. "Kami menyambut mereka, karena mereka diharapkan menjadi bagian pertama dari pembelotan yang lebih besar."

Situs berita Myanmar Now tidak memperoleh informasi kapan pembelotan terjadi. Sejumlah suber di Dawei mengatakan 12 tentara itu kemungkinan membelot sejak militer Myanmar menindak keras aksi unjuk rasa di Dawei yang menewaskan tiga orang.

Tidak ada informasi tentang pangkat personel militer Myanmar yang membelot. Tidak pula ada keterangan apakah seluruh dari mereka berasal dari etnis Karen.

KNU adalah satu dari sekian banyak kelompok etnis bersenjata yang memperjuangkan otonomi penuh di Myanmar. Mereka menandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Nasional dengan militer Myanmar tahun 2015 tapi secara lantang mendukung pembangkangan sipil.

Sejak kudeta 1 Februari 2021, puluhan personel polisi berpangkat rendah juga membelot dan bergabung dengan pengunjuk rasa. Terakhir, Tim Min Tun -- pejabat di Cabang Khusus Kepolisian Yangon -- menjadi perwira senior pertama yang membelot.

Tindakannya menginspirasi dua rekannya di Mandalay, yang juga membelot dan menjadi penentang kudeta militer.