Detik-detik Irul, Putra Kesayangan Teroris Santoso yang Tewas karena Bom di Tubuhnya Meledak

Rabu, 03 Maret 2021 – 16:30 WIB

Satgas Madago Raya (Foto: Istimewa)

Satgas Madago Raya (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Namanya Irul. Dia adalah putra eks pentolan Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso, Santoso.

Nasibnya berakhir tragis yakni tewas ditembak mati Satgas Madago Raya. Dia tak sendiri, aparat juga menembak mati satu orang DPO dari kelompok teroris tersebut. "Betul (Irul putra Santoso)," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto saat dimintai konfirmasi, Rabu 3 Maret 2021.

Irul tewas bersama seorang terduga teroris lainnya yakni Samir alias Alfin yang berasal dari Banten. Putra kesayangan Santoso itu Irul meninggal akibat bom yang melekat pada tubuhnya meledak.

Informasi itu pun diamini Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso. "Kami baru saja usai melakukan identifikasi kepada kedua jenazah MIT. Keduanya adalah Samir alias Alfin dan Irul. Samir tewas tertembak dan Irul tewas akibat bom yang melekat pada badannya meledak," kata jenderal bintang dua tersebut.

Diketahui, baku tembak antara Satgas Madago Raya dan MIT terjadi di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, pada Senin (1/3), sekitar pukul 16.30 Wita. Saat ini aparat Satgas Madago Raya masih melakukan pencarian di sekitar lokasi tersebut.

Dari lokasi tersebut, Satgas Madago Raya menyita sejumlah barang bukti, seperti senjata api laras panjang, GPS, bahan makanan, dan satu buah tas ransel milik kedua jenazah DPO MIT. Selain dua orang tewas, diduga satu anggota MIT lainnya mengalami luka tembak.

Diduga anggota MIT yang terluka ialah Ali Kalora yang menjadi pimpinan dalam kelompok terduga teroris tersebut. Atas peristiwa ini, kekuatan MIT diduga makin melemah karena anggotanya hanya tersisa 9 orang.

Sekitar sepekan sebelumnya, Satgas Madago Raya gabungan TNI-Polri terlibat kontak tembak dengan terduga kelompok MIT Poso di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng. Dua anggota MIT diduga terluka.

Dalam kontak tembak tersebut, diduga dua orang DPO MIT Poso mengalami luka, berdasarkan adanya ceceran darah di lokasi tempat terjadinya kontak tembak. Satgas Madago Raya terus memburu kelompok MIT.