Pesekutuan Gereja Minta Pelajaran Agama Tidak Diajarkan di Sekolah

Rabu, 03 Maret 2021 – 21:32 WIB

Pelajaran agama (Foto:Istimewa)

Pelajaran agama (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Pesekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menjelaskan jika pelajaran agama yang dogmatis di ruang publik hanya akan menciptakan permusuhan. Untuk itu sebaiknya tidak diajarkan di sekolah cukup di lingkungan keluarga dan rumah ibadah.

“Pelajaran agama yang dogmatis di ruang publik hanya akan menciptakan segregasi, bahkan bisa menciptakan permusuhan. Itu sebabnya, pendidikan agama dalam bentuk ajaran/dogma sebaiknya dilakukan di ruang privat (keluarga dan rumah ibadah) dan tidak di sekolah. Ini menjadi PRnya Menteri Agama dan Menteri Pendidikan untuk membenahinya.” kata Ketua Umum Pdt. Gomar Gultom dalam keterangan resminya di pgi.or.id dikutip Rabu, 3 Maret 2021..

Dia mengatakan untuk itu pihaknya telah menyurati menteri agama untuk menindaklajutinya. Menurutnya hal tersebut demi terciptanya kerukunan antaragama karena bagi mereka hal itu ganjalan yang serius.

“Di tengah upaya kita membangun kerukunan, memang hal-hal seperti pelajaran agama ini menjadi ganjalan serius. Antara agama Kristen dan Islam memang terdapat titik temu dan titik tengkar yang cukup banyak, dan kalau tidak hati-hati mengelolanya bisa membuyarkan usaha menuju kerukunan tersebut,” ujar Gomar.

Selain itu, dia juga meminta kementerian agama untuk mengkaji materi buku pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti bagi siswa kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2014 yang dinilai menyinggung agama lain.

“Terkait dengan ini, Sekum PGI telah menyampaikan ke Menteri Agama beserta dengan copy pdf buku-buku tersebut. Oleh Menag sudah diinstruksikan ke stafnya untuk segera berkordinasi dengan pihak Kemendikbud untuk mengkaji materi dari buku-buku ini bila ternyata masih digunakan,” pungkas Gomar.