IFBC Banner

Divonis 4 Tahun Penjara, Irjen Pol Napoleon Bonaparte Goyang TikTok

Rabu, 10 Maret 2021 – 19:05 WIB

Irjen Pol Napoleon Bonaparte (Foto:istimewa)

Irjen Pol Napoleon Bonaparte (Foto:istimewa)

JAKARTA, REQNews - Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

IFBC Banner


Napoleon juga dihukum untuk membayar denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Menurut hakim, terdakwa Napoleon terbukti secara sah bersalah menerima uang 200.000 dolar Singapura dan 370.000 dolar AS dari terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis mengatakan, uang itu berkaitan dengan upaya untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari Daftar pencarian Orang (DPO) di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

"Menyatakan terdakwa Napoelon Bonaparte terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujar Damis, Rabu, 10 Maret 2021.

Atas perbuatnnya hakim menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sejumlah Rp100 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar maka diganti dengan pidana 6 bulan kurungan.

Putusan ini lebih tinggi dari tuntutan yang diajukan tim jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam persidangan sebelumnya JPU menuntut Napoleon dengan pidana tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Setelah mendengarkan putusan hakim, Napoleon tegas menyatakan banding.

Usai sidang Napoleon pun bergoyang TikTok. Dia mengepalkan tangannya dan digerakkan. Lalu, pinggul Napoleon digoyangkan dua kali sambil tertawa.

Napoleon dinyatakan terbukti bersalah karena menerima suap dari terpidana Djoko Tjandra melalui rekannya, pengusaha Tommy Sumardi. Napoleon bersama dengan terpidana mantan Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo diduga menghilangkan daftar DPO tersebut.