Takut Ditangkap KPK, Pemprov Papua Minta Perlindungan Presiden

Selasa, 05 Februari 2019 – 19:00 WIB

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, REQnews - Kabag Protokol Biro Humas dan Sekretariat Daerah Papua Gilbert Yakwar mengatakan, pihaknya merasa takut sewaktu-waktu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terlebih usai peristiwa yang terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Tindakan tersebut menimbulkan rasa takut untuk melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan karena aparatur akan dihantui perasaan akan ditangkap sewaktu-waktu. Padahal kami telah komitmen untuk menjaga Papua dalam kerangka NKRI," kata Yakwar dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Merdeka.com Senin (4/2/2019).

Dia menilai tindakan KPK tersebut menunjukan ketidakpercayaan terhadap kemampuan Pemprov papua, untuk berusaha taat asas dan komitmen atas upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Untuk itu, Pemprov Papua meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi) agar dapat bekerja dengan tenang, jauh dari rasa takut dan intimidasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di Pronvinsi Papua.

Masalah ini berawal dari dua pegawai KPK yang diduga dianiaya ketika bertugas di Hotel Borobudur. Pada saat itu Pemprov Papua dan DPR Papua melakukan pertemuan resmi di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, yang dihadiri Kementerian Dalam Negeri, melalui Direktorat Keuangan Daerah untuk menjelaskan substansi hasil evaluasi agar dapat dipahami oleh Pemprov dan DPR Papua.

Dua pegawai KPK tersebut melakukan pemotretan terhadap akativitas yang dilakukan rombongan dari Papua tersebut dan diketahui, sehingga pegawai KPK dihampiri dan ditanyakan identitas dan keperluaanya, awalnya menurut Yakwar yang bersangkutan tidak mengakui sebagai pegawai KPK, namun setelah tas jinjing diambil dan dilihat isinya ternyata terdapat kartu identitas sebagai anggota KPK.

Atas kejadian ini pihak KPK melaporkan kepada kepolisian bahawa dua pegawainya mengalami penganiayaan, namun Pemprov Papua membantah melakukan penganiayaan kedua petugas KPK. Menurut Yakwar, yang terjadi adalah tindakan dorong mendorong. (nls)