Beberapa Daerah Mulai Belajar Tatap Muka, Tapi Daerah Ini Dilarang Menko PMK

Kamis, 18 Maret 2021 – 17:01 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyarankan agar pembelajaran tatap muka bisa dilakukan di daerah yang sudah berstatus zona hijau dan kuning.

Saat melakukan kunjungan ke daerah Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Muhadjir melihat bahwa diwilayah tersebut pembelajaran tatap muka sudah dilakukan.

Ia pun meminta agar wilayah lain bisa melakukan hal serupa. "Jangan ikut-ikutan yang lain, yang memang posisinya berada di status zona merah," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulisnya, Kamis 18 Maret 2021.

Muhadjir pun menyampaikan bahwa kesempatan tersebut bisa digunakan oleh wilayah Nias untuk mengejar ketertinggalan dengan siswa/i di perkotaan. "Justru kesempatan sekarang bagi wilayah yang tertinggal seperti Kepulauan Nias ini untuk mengejar siswa-siswa yang berada di kota yang lebih terdepan," katanya.

Menko PMK itu juga mengapresiasi dilakukannya pembelajaran tatap muka yang tetap mematuhi protokol kesehatan. "Saya lihat sudah bagus sekali. Mematuhi protokol kesehatan, kemudian dibikin shift masuk sekolahnya," kata dia.

Kasus Covid-19 di Kota Gunungsitoli sejak Juni 2020 hingga per 16 Maret 2021 berjumlah 619 kasus. Dengan rincian 17 kematian dan sebanyak 677 kasus sembuh, hingga kini tak terdeteksi adanya kasus positif.

Meski demikian, kata dia, petugas tracer Covid-19 mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang bandel dan menolak untuk dilakukan tracing oleh petugas. Muhadjir pun membenarkan jika hal itu sering terjadi di masyarakat.

Terkait itu, ia pun meminta agar satgas petugas tracer bekerja sama dengan RT/RW, Babinsa, dan Babinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang Covid-19.

"Ini mohon betul-betul dikobarkan agar masyarakat sadar betul Covid-19 ini nyata dan berbahaya. Covid ini sangat berbahaya terutama untuk lansia dan yang memiliki komorbid (penyakit penyerta)," sambungnya.