Dihantui Kasus Dugaan Korupsi, Aset Asabri Malah Naik 10 Persen! Kok Bisa?

Sabtu, 27 Maret 2021 – 07:01 WIB

PT Asabri Persero (Foto: Istimewa)

PT Asabri Persero (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Di tengah penyidikan kasus dugaan korupsi oleh Kejagung, aset PT Asabri (Persero) menunjukkan pertumbuhan sebesar Rp 2,9 triliun atau meningkat 10 persen.

Itu dicapai adanya pembenahan keuanhan dan juga strategi investasi yang lebih prudent, serta kenaikan nilai pasar dari beberapa aset investasi.

Untuk menjamin pemenuhan kewajiban kepada para nasabah di masa mendatang, PT Asabri pun melakukan penguatan cadangan. Diketahui, sepanjang tahun 2020, penerimaan premi mencapai Rp 1,5 triliun.

Karenanya, pemenuhan kewajiban kepada nasabah telah terbayar secara tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah, dan tertib administrasi. Sehingga, nilai klaim Tabungan Hari Tua sebesar Rp 1,38 triliun, telah dibayarkan kepada 54 ribu nasabah.

Kemudian, klaim Jaminan Kecelakaan Kerja sudah dibayarkan kepada 450 nasabah dengan nilai Rp 64 miliar. Klaim Jaminan Kematian yang ditujukan kepada 3 ribu nasabah sebesar Rp 144 miliar.

Selain itu, PT Asabri juga telah menyalurkan pembayaran pensiun sebesar Rp 15,48 triliun dibayarkan kepada 439 ribu pensiunan. Dalam pembayaran tersebut, Asabri didukung oleh 14 mitra bayar yang tersebar di seluruh Indonesia.

Mitra bayar merupakan bagian dari Asabri Link, yang pengembangan layanannya berbasis IT. Itu dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses pengajuan klaim dimanapun para nasabah berada.

Pada 2020, mitra tersebut tersebar di 289 titik layanan. Kemudian, meningkat menjadi 426 titik layanan per Februari 2021. Salah satu fungsinya, Asabri Mobile juga menjadi sarana bagi nasabah untuk melakukan pemutakhiran data.

Dari pembenahan tata kelola, dilakukan review dan penguatan atas kebijakan terkait investasi, produk dan aktuaria serta manajemen risiko dilaksanakan secara konsisten.

Adanya penguatan tata kelola tersebut diharapkan PT Asabri segera pulih dan terus mampu menjaga amanah sebagai pengelola jaminan sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, dan PNS di lingkungan Kemhan dan Polri.

Atas pembenahan tersebut, opini Laporan Keuangan tahun 2020 ini lebih baik dari opini Laporan Keuangan tahun 2018 dan 2019.

“Opini Wajar Tanpa Modifikasian ini merupakan penilaian pihak independen yang menunjukkan bahwa Laporan Keuangan Asabri tahun 2020 telah disusun sesuai prinsip akuntansi yang berlaku dan praktik pencatatan transaksi yang wajar,” ujar Direktur Utama Asabri Wahyu Suparyono dalam keterangannya, Jumat 26 Maret 2021.