IFBC Banner

Lembaga Survei: Trah Non Sukarno Sulit Menjadi Ketum PDIP

Sabtu, 27 Maret 2021 – 23:03 WIB

Sukarno dan Megawati Sukarno Putri (Foto: Istimewa)

Sukarno dan Megawati Sukarno Putri (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan sulit dipimpin oleh orang di luar Trah Sukarno. Hal itu tak lepas dari sejarah pendiri partai, Megawati Soekarnoputri.

IFBC Banner


Sebagaimana diketahui, anak kandung Sukarno itu telah kesekian kalinya menjabat sebagai ketua umum sejak PDIP berdiri pada 1999 silam. Pengukuhan Megawati sebagai ketum PDIP selanjutnya dilakukan dalam Kongres ke-V PDIP di Denpasar, Bali, Agustus 2019 lalu.

Hal itu disampaikan pendiri Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia atau lebih dikenal sebagai Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio. Menurutnya, jika melihat dari sejarah akan sangat sulit membentuk non trah Sukarno. 

"Siapapun pengganti Bu Mega trahnya ada dua. Yakni trah Soekarno dan non-Soekarno, itu akan jadi menarik jika PDIP bisa menempatkan orang non trah-Soekarno sebagai ketum parpol," ucap Hendri dalam Youtube MNC Trijaya FM Sabtu 27 Maret 2021.

Kader partai sekalipun akan sulit mencapai jabatan ketua umum PDIP menurutnya. Hal itu dikarenakan untuk menjadi ketum PDIP, anggota harus berhadapan dengan anak-anak Megawati yang mungkin bakal ditunjuk sebagai pemimpin partai.

Hendri membeberkan ada tiga nama anak Megawati yang mungkin akan menggantikannya duduk di kursi pemimpin partai berlogo banteng merah tersebut. Mereka adalah Rizky Pratama, Prananda Prabowo, dan Puan Maharani.

Namun, ada dua anak Megawati yang potensial. "Kalau dikerucutkan ya ada dua, Prananda Prabowo atau Puan Maharani," ucapnya.  Sementara untuk mencegah terjadinya gesekan di tubuh PDIP, Hendri menyarankan agar Megawati segera menunjuk siapa pengganti dirinya.

"Akan sangat baik kalau Bu Mega saat ini yang sedang dalam keadaan sehat, menunjuk siapa penggantinya supaya tidak ada gesekan di PDIP," ucapnya. Diketahui, Megawati Soekarnoputri kembali dipilih secara aklamasi oleh pengurus DPD dan DPC se-Indonesia sebagai ketua umum PDI Perjuangan untuk masa periode 2019-2024.