Tangani Bencana NTT, Polri Terjunkan 292 Personel Brimob Nusantara

Rabu, 07 April 2021 – 20:34 WIB

Bencana alam angin kencang, tanah longsor hingga banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) (Foto: Istimewa)

Bencana alam angin kencang, tanah longsor hingga banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Polri terjunkan sebanyak 292 personel Brimob Nusantara dalam penanganan, evakuasi, serta pembangunan pasca bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa 6 April 2021. 

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum), Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa sebanyak 61 personel dari Korbrimob Polri. "100 personel dari Brimob Jatim, 31 personel dari Brimob Jateng, 100 personel dari Brimob Polda Bali," ujar Ahmad di Gedung Humas Polri, Rabu 7 April 2021.

Ahmad mengatakan bahwa para personel juga dilengkapi dengan kendaraan taktis untuk membantu dalam penanganan bencana. "Digunakan untuk membatu dalam penanganan bencana, membantu evakuasi, dan juga membantu dapur umum, membantu pembangunan," kata dia. 

Selain bantuan penanganan bencana, kata Ahmad, Brimob Nusantara juga membawa bantuan sosial untuk membantu para pengungsi dan korban bencana lainnya. 

Diketahui, bencana alam angin kencang, tanah longsor hingga banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan dampak siklon tropis seroja. Siklon tropis teridentifikasi di Laut Sawu, NTT pada 2 April 2020.

Bencana alam tersebut mengakibatkan 14 kabupaten dan kota terdampak. Rinciannya Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Ende, Sumba Barat, Belu, Timor Tengah Utara dan Kota Kupang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan 124 orang meninggal dunia. "Dari 124 jiwa yang meninggal, 67 jiwa dari Flores Timur," kata Raditya dalam konferensi pers, Rabu 7 April 2021.

Kemudian di Lembata, total sementara korban meninggal 28 orang, Alor 21 korban meninggal, Malaka 3, Sabu Raijua 2, Kota Kupang 1, Ende 1 dan Kupang 1.

Sementara itu, 74 orang masih dinyatakan hilang, yaitu 6 orang hilang di Flores Timur, Lembata 44 dan Alor 24. "129 Orang mengalami luka-luka. 54 Di antaranya di Flores Timur, 1 Ngada, 49 Lembata dan 25 Alor," kata dia. 

Terkait dengan kerugian, Raditya mengatakan bahwa sebanyak 1.962 rumah terdampak, rumah rusak berat 688, rumah rusak sedang 272, rumah rusak ringan 154, fasilitas umum (fasum) terdampak 87 dan 24 fasum rusak berat.