Penjual Senjata Penyerang Mabes Polri Ditetapkan Jadi Tersangka

Kamis, 08 April 2021 – 05:22 WIB

Terduga pelaku penjual senjata yang digunakan Zakiah Aini untuk menyerang Mabes Polri ditangkap (Foto: Istimewa)

Terduga pelaku penjual senjata yang digunakan Zakiah Aini untuk menyerang Mabes Polri ditangkap (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Polri menetapkan penjual senjata airgun yang diduga digunakan Zakiah Aini (ZA) untuk melakukan penyerangan di Mabes Polri pada Rabu 31 Maret 2021 lalu menjadi tersangka. Pemuda tersebut adalah Muchsin Kamal alias Imam Muda (28) yang ditangkap di Banda Aceh pada Kamis 1 April 2021 lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum), Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa saat ini Muchsin masih dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 tentang penggunaan senjata api ilegal. "Namun terus mendalami apakah ada nanti memenuhi unsur dalam UU terorisme, itu masih terus didalami," ujar Ahmad di Gedung Humas Polri, Rabu 7 April 2021.

Ahmad pun menegaskan, bahwa pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Artinya sudah jadi tersangka, namun masih dalam tersangka yang diterapkan adalah kasus kepemilikan atau penjualan senjata api ilegal UU darurat tahun 51," ujarnya. 

Hingga kini, kasus tersebut penyidikan masih di tangani Densus 88 Antiteror Polri. "Penyidikannya di Densus, penyidiknya yang menangani adalah penyidik densus," kata Ahmad. 

Terkait dengan jumlah senjata yang diamankan, Ahmad mengatakan masih didalami oelh pihak penyidik. Begitu juga dengan transaksi pembelian yang dilakukan secara online. "Masih kita dalami jumlahnya berapa, nanti kita update lagi," katanya. 

Sebelumnya, terduga teroris Zakiah Aini melakukan penyerangan ke Mabes Polri dengan membawa senjata api jenis airgun. Zakiah tewas usai ditembak petugas di bagian dada. 

Berdasarkan informasi, ia masuk ke Mabes Polri dengan menyelipkan senjata di salah satu bagian tubuhnya. Pihak kepolisian mengatakan bahwa metal detector rusak, sehingga tidak dapat mendeteksi adanya senjata api yang dibawa Zakiah. 

Sebanyak enam kali tembakan ia layangkan kepada aparat yang sedang bertugas. Namun, pada akhirnya ia tewas di tempat, usai mendapatkan tembakan dari aparat.