HRS Bersedia Sidang Lanjut di Bulan Ramadhan, Tapi Ini Syaratnya

Rabu, 07 April 2021 – 22:00 WIB

Azis Yanuar, Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab

Azis Yanuar, Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab

JAKARTA, REQnews - Sidang lanjutan kasus swab test di RS UMMI Bogor dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS) akan dilanjutkan saat bulan Ramadhan, atau Rabu pekan depan, 14 April 2021. Pemeriksaan saksi menjadi agenda dalam sidang lanjutan yang nanti akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Terkait sidang selanjutnya yang digelar bulan Ramadhan, kuasa hukum HRS, Aziz Yanuar meminta agar swab test jangan dilakukan pada siang hari atau pagi hari. Namun swab test sebelum sidang diminta agar dilakukan pada malam hari. Menurutnya, hal ini sesuai permintaan HRS.

Selain itu, Azis juga menyampaikan permintaan HRS soal waktu shalat dalam persidangan. Kata dia, dengan agenda pemeriksaan saksi maka waktu sidang akan panjang. "Kemudian yang kedua, waktunya shalat supaya break karena besok pemeriksaan saksi. Jadi, waktunya pasti panjang. Jadi, waktunya shalat harap diperhatikan," tutur Aziz.

HRS juga meminta agar waktu berbuka puasa juga diberikan jeda. Apalagi jika waktunya mundur hingga jelang berbuka puasa. "Kalau memang waktunya mundur sampai menjelang berbuka, berarti ketika berbuka juga diberi waktu," ujar Azis, Rabu, 7 April 2021.

Ditambahkan Azis, pihaknya akan berkomunikasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) secara personal untuk meminta nama-nama saksi. Komunikasi ini diperlukan, agar pihaknya menggali Berkas Acara Perkara (BAP) yang sudah ada.

"Tadi disebutkan lima orang saksi. Mengenai detailnya biasanya mengenai KUHAP pasal 160 saksi itu kan korban, artinya yang ada hubungan langsung dengan pidana yang dituduhkan," kata Aziz.

Merespons permintaan Habib Rizieq, majelis hakim yang memimpin persidangan memastikan akan mengakomodir permintaan Habib Rizieq tersebut. "Terkait swab test sebelum sidang nanti bisa diakomodir ya. Swab test malam hari biar tidak mengganggu puasanya Habib," ujar Ketua Majelis Hakim Khadwanto.