Tentara Myanmar Hujani Pengunjuk Rasa dengan Granat dan Senapan Mesin Berat

Rabu, 07 April 2021 – 18:27 WIB

Seorang warga melintas di jalanan sepi, saat tentara menghujani kamp Tarhan, di Kalay, Wilayah Sagaing, dengan granat dan senapan mesin. Foto: Myanmar Now

Seorang warga melintas di jalanan sepi, saat tentara menghujani kamp Tarhan, di Kalay, Wilayah Sagaing, dengan granat dan senapan mesin. Foto: Myanmar Now

Kalay, REQNews.com -- Tentara Myanmar menyerbu kamp protes anti-kudeta di Kalay, Wilayah Sagaing, dengan hujan granat dan berondongan senapan mesin berat, Rabu 7 April 2021, menewaskan delapan orang, melukai 20 pengunjuk rasa.

Tujuh korban tewas adalah pengunjuk rasa. Satu lainnya pengamat. Sampai Rabu sore tim penyelamat hanya bisa menemukam lima dari delapan mayat.

Kepada Myanmar Now, warga setempat mengatakan tim penyelamat memberinya foto lima mayat dan informasi korban, termasuk remaja usia 20 tahun.

Serangan terjadi jelang fajar. Kamp pengunjuk rasa di Kalay, kian populer sebagai kamp perlawanan, diserang dari empat arah dengan lemparan granat dan berondongan senapan mesin berat.

Seorang warga mengatakan tentara Myanmar menunggu berjam-jam sampai pengunjuk rasa di dalam kamp menurunkan kewaspadaan. Sekitar pukul 05:00 serangan dimulai.

Sekitar pukul 05:54 tentara Myanmar mengintensifkan serangan. Pasukan memblokir semua arah untuk mencegah penduduk mengirim bantuan.

"Tidak ada orang dari desa-desa sekitar bisa membantu mempertahankan kamp dari serangan," kata seorang warga yang menolak namanya disebut.

Serangan berlanjut dan meluas. Kali ini tentara menembaki rumah-rumah penduduk, menyerbu klinik setempat dan menghancurkannya.

"Sekitar 20 orang terluka, dan 10 orang ditangkap tentara," kata warga lainnya.

Empat atau lima pengunjuk rasa terluka juga ditangkap. Warga yang keluar untuk membakar jalan-jalan, sebagai upaya menghentikan pasukan, juga ditangkap.

Tentara Myanmar mencoba membongkar kamp protes Tarhan di kalay kali pertama 28 Maret, tapi gagal karena penduduk mati-matian bertempur menggunakan senapan berburu rakitan rumah.

Sekitar pukul 11:00, atau dua jam setelah serangan ke kamp protes Tarnah, warga keluar rumah untuk menggelar aksi protes. Mereka seolah siap mati untuk satu tujuan; menolak dipimpin militer.

 

Pabrik Cina Dibakar

Di Bago, dekat Yangon, dua pengunjuk rasa tewas diberondong tentara Myanmar. Tidak jauh dari situ, pabrik garmen JOC, milik Cina, dibakar.

Pemadam kebakaran mengatakan tidak ada laporan korban jiwa, dan rincian kerusakan belum diumumkan.

Di sudut Yangon lainnya, aktivis membakar bendera Cina dan diposting di Facebook. Cina dituding mendukung kudeta militer.

Pabrik-pabrik Cina kini menjadi sasaran serangan. Setidaknya 32 pabrik milik investor Tiongkok menjadi korban.