Buron Setahun Kasus Suap, Akhirnya KPK Tangkap Crazy Rich Samin Tan

Kamis, 08 April 2021 – 02:11 WIB

Samin Tan, pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal yang juga tersangka kasus dugaan suap kepada anggota DPR Eni Saragih

Samin Tan, pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal yang juga tersangka kasus dugaan suap kepada anggota DPR Eni Saragih

JAKARTA, REQnews - Setelah hampir setahun buron, KPK akhirnya menangkap Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal sebagai tersangka kasus dugaan suap karena diduga memberi suap Rp 5 miliar kepada anggota DPR Eni Saragih.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, Samin Tan ditangkap pada Senin, 5 April 2021, di kafe bilangan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat ditangkap, Samin Tan sedang bersama rekan-rekannya. Namun, Ali tidak menjelaskan siapa saja orang-orang yang bersama Samin.

"Ada informasi masyarakat jika DPO yang kami cari itu ada berada di sebuah kafe di MH Thamrin, Jakarta Pusat. Oleh karena itu, tim bergerak menuju ke sana, ke kafe tersebut dan benar ada ditemui di sebuah ruangan, tersangka ST (Samin Tan) ini dengan beberapa orang," kata Ali, Rabu, 7 April 2021.

Saat penangkapan itu, sambungnya, Samin Tan tidak melakukan perlawanan. Tim penyidik KPK juga langsung meringkus pria yang pernah masuk deretan orang terkaya di Indonesia ini.

KPK juga akan mendalami orang di balik persembunyian Samin Tan selama menjadi DPO KPK. Lembaga anti rasuah tersebut saat ini juga masih mencari bukti baru terkait ada atau tidaknya orang yang membantu Samin Tan.

"Apakah ada pihak-pihak lain atau bahkan apakah ada kerja sama dengan pihak lain sebagai pelaku peserta, pemalsuan dan lain-lain kita konfirmasi terus kembangkan fakta-fakta," tegas Ali.

KPK menetapkan Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal sebagai tersangka kasus dugaan suap karena diduga memberi suap Rp 5 miliar kepada Eni Saragih.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ini ke penyidikan dengan tersangka SMT (Samin Tan)," kata Wakil Ketua KPK saat itu, Laode M Syarif, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat lalu, 15 Februari 2019.

Samin diduga memberi suap kepada Eni agar membantu anak perusahaan miliknya, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), yang sedang bermasalah. KPK mengatakan, permasalahan itu terkait Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

"Eni sebagai anggota DPR di Komisi Energi menyanggupi permintaan bantuan SMT dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum RDP dengan Kementerian ESDM, di mana posisi Eni adalah sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR," ucapnya.