Update: Korban Tewas Bencana NTT Tembus 138 Orang

Kamis, 08 April 2021 – 01:00 WIB

Ilustrasi bencana di NTT (foto: istimewa)

Ilustrasi bencana di NTT (foto: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kepala BNPB Doni Monardo melaporkan, korban tewas akibat bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) per Rabu 7 April 2021 sudah tembus 138 orang.

Doni juga mengatakan, ratusan korban tersebar di sembilan kabupaten/kota. Rinciannya di Flores Timur terdapat 67 korban meninggal, Lembata 32, Alor 25, Malaka 4, Kupang 5, Sabu Raijua 2, Ende 1, Kota Kupang 1, dan Ngada 1 orang.

Selain itu, bencana akibat Siklon Tropis Seroja ini mengakibatkan 1.992 rumah rusak, 61 orang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, 20 orang hilang di Alor, 35 di Lembata dan 6 orang di Flores Timur.

Sedangkan rumah yang rusak sebanyak 688 rumah rusak berat, 272 rusak sedang, dan 154 rusak ringan. Selain itu, 87 fasilitas umum juga terdampak, 24 di antaranya rusak berat.

"Kerugian materilnya 1.992 unit rumah dan 87 fasilitas umum terdampak," kata Doni Monardo dalam pernyataan resmi.

Sementara ini, Doni mengakui pencarian korban hilang akibat bencana di sejumlah daerah di NTT masih terkendala alat berat. Pihaknya belum bisa memobilisasi alat berat seperti ekskavator ke lokasi tujuan.

"Kemudian cuaca yang juga masih belum begitu bagus karena sejumlah kapal yang mengangkut alat besar belum bisa berjalan. Mudah-mudahan malam ini cuaca semakin baik, sehingga alat berat bisa dikirim dari Larantuka ke Pulau Adonara," ujar Doni.

Doni menyebutkan, dari 15 kabupaten yang terdampak, jumlah rumah rusak berat terbanyak ada di Kabupaten Lembata, yakni 224 unit. Selanjutnya, di Kabupaten Timor Tengah Utara ada 150 rumah rusak berat, lalu Kabupaten Flores Timur sebanyak 82 rumah rusak berat.

Jumlah korban jiwa tertinggi dilaporkan di Kabupaten Flores Timur. Sebanyak 67 jiwa meninggal dunia, enam orang masih dinyatakan hilang di daerah ini. Banyaknya korban jiwa di Flores Timur karena wilayah itu juga mengalami tanah longsor.

"Di Kabupaten Flores Timur itu bukan hanya banjir bandang tapi tanahnya longsor juga. Wilayah yang disertai angin kencang itu Kabupaten Ngada dan Kabupaten Ndao," kata dia.

Lalu, Doni juga melaporkan, 4.829 jiwa atau 1.700 KK terdampak bencana ini. Selain itu, jumlah pengungsi pada hari ketiga ini mencapai 13.226 jiwa atau 2.019 KK.