Hendak Kudeta Erdogan, 22 Pensiunan Tentara Dijebloskan ke Penjara

Kamis, 08 April 2021 – 10:31 WIB

 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto:Istimewa)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto:Istimewa)

ANKARA, REQNews - 22 pensiunan tentara didakwa terlibat dalam upaya kudeta, atas perbuatannya pengadilan di Ankara, Turki, pada Rabu 7 April 2021 waktu setempat menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

Melansir Aljazeera, Kamis 8 April 2021, mereka didakwa bersalah hendak menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 2016. Selain itu, pengadilan di Ankara juga menyelidiki 497 mantan tentara, termasuk anggota pengawal presiden, yang diduga terlibat dalam upaya kudeta tersebut.

Rencana penggulingan itu termasuk penyanderaan penyiar stasiun televisi Turki, yang dipaksa untuk membacakan pernyataan perampasan pemerintahan oleh pemimpin militer.
Para pensiunan tentara yang dipenjara seumur hidup termasuk mantan Letnan Klonel Umit Gencer, yang dihukum dengan dakwaan melanggar tatanan konstitusional.

Dia dinyatakan bersalah karena memaksa stasiun televisi TRT membacakan deklarasi kudeta.

Pengadilan juga menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada mantan Mayor Fedakar Akca, karena memimpin tim dari resimen ke markas besar staf umum pada 2016.

Mantan mayor lainnya, Osman Koltarla, bersalah atas keamanan Istana Presiden pada saat itu.

Hukuman seumur hidup itu menggantikan hukuman mati yang dihapuskan pada 2004. Putusan itu dibacakan di ruang sidang terbesar di negara itu, di kompleks penjara Sincan dengan agenda persidangan pembacaan vonis atas kasus kudeta.

Awal pekan ini, Erdogan juga melayangkan tuduhan kepada 104 mantan personel angkatan laut berpangkat tinggi yang juga diduga terlibat kudeta. Setidaknya 10 dari mereka ditahan sebagai bagian dari penyelidikan.

Langkah itu dikecam oleh sekutu Barat dan kelompok hak asasi manusia (HAM) sebagai tindakan keras melalui lembaga peradilan. Pemerintahan Erdogan dituding menggunakan isu kudeta 2016 sebagai dalih untuk membungkam oposisi di negara tersebut.