Polisi Buru Seorang Dokter dalam Kasus Malpraktik Filler Payudara

Kamis, 08 April 2021 – 18:02 WIB

Ilustrasi Dokter (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Dokter (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Polres Metro Jakarta Barat hingga kini masih memburu satu orang yang berstatus dokter dalam kasus malpraktik filler payudara. Dokter berinisial LC merupakan sosok yang memberikan sertifikasi terhadap pelaku.

Tersangka STR, mendapat sertifikat penyuntikan filler payudara hanya dengan belajar dengan LC selama sehari.

"Dengan ijazah itu pelaku mengelabui para korbannya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo kepada wartawan, Kamis 8 April 2021.

Ady menyebutkan, STR turut membayar sejumlah uang agar bisa mempunyai sertifikat tersebut dari LC.

Setelah mempunyai sertifikat, STR lantas membuka praktik filter payudara dan memasarkannya secara online.

"Ya namanya privat dia bayar satu hari. Terus setelah itu dia buka praktek melalui online," ujar Ady.

Bahkan salah satu pelapor yang juga korban, mengatakan pelaku setelah penyuntikan filler tersebut untuk cairan yang tersisa, dia menyampaikan kalau memang kurang besar ukurannya bisa disuntikkan sendiri.

Sebelumnya, korban D dan T mengaku mengalami infeksi pada bagian payudara usai menjalani suntik "filler" dari seseorang yang awalnya mengaku dokter.

Selanjutnya, D melapor dugaan malpraktik ke Polres Metro Jakarta Barat pada Rabu 31 Maret 2021.

Polres Metro Jakarta Barat sebelumnya sempat membuka posko pengaduan bagi warga yang menjadi korban gagal filler payudara dari oknum yang mengaku sebagai dokter. Itu dilakukan pasca adanya laporan dari dua wanita yang mengaku menjadi korban.

Sebagai informasi, pelapor berinisial D mengaku mengalami infeksi pada bagian payudara. Dari pengakuannya, terdapat cairan dan nanah dari payudaranya pasca disuntikan filler oleh oknum yang mengaku sebagai dokter.