Duta Besar Myanmar untuk Inggris Terpaksa Tidur di Mobil

Jumat, 09 April 2021 – 09:32 WIB

Duta Besar Myanmar untuk Inggris, Kyaw Zwar Minn (Foto:Istimewa)

Duta Besar Myanmar untuk Inggris, Kyaw Zwar Minn (Foto:Istimewa)

LONDON, REQNews – Dilarang masuk ke kantornya di London oleh perwakilan junta militer, Duta Besar Myanmar untuk Inggris, Kyaw Zwar Minn, terpaksa tidur di mobilnya.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, pun mengutuk penindasan rezim militer Myanmar, sembari memberikan hormat atas keberanian sang dubes.

“Kami mengutuk tindakan intimidasi rezim militer Myanmar di London kemarin, dan saya menghormati Kyaw Zwar Minn atas keberaniannya,” ungkap Menlu Raab lewat Twitter yang dikutip Mirror, Kamis 8 April 2021.

“Inggris terus menyerukan diakhirinya kudeta dan kekerasan yang mengerikan ini, dan pemulihan demokrasi yang cepat,” cuitnya lagi.

Diplomat Minn mengatakan, dia dan stafnya diminta junta militer Myanmar meninggalkan kantor kedutaan di London pada Rabu 7 April 2021 malam.

Pengusirannya itu terjadi setelah Minn menyerukan pembebasan pemimpin terguling Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang dipenjara sejak tentara merebut kekuasaan di negara itu pada 1 Februari lalu.

Sejumlah foto yang diambil di luar Kedutaan Myanmar pada Rabu menunjukkan, Minn keluar dari sebuah mobil dengan gambar besar Suu Kyi terpasang di jendela belakangnya.
Minn telah mendesak Pemerintah Inggris agar tidak mengakui para diplomat utusan junta militer dan mengusir mereka pulang ke Myanmar.

Kami yakin Pemerintah Inggris tidak akan mendukung mereka yang bekerja untuk junta militer dan kami juga ingin mendesak Pemerintah Inggris untuk memulangkan mereka,” kata Dubes Minn, melalui juru bicaranya yang membacakan pernyataan dalam Bahasa Inggris, Kamis 8 April 2021.

“Kami menyerukan kepada Pemerintah Inggris secara khusus untuk menolak bekerja sama dengan kuasa hukum Chit Win yang telah dicalonkan oleh junta militer atau duta besar lainnya yang mungkin mereka coba untuk dicalonkan di masa depan,” kata Minn.