Kemenag Gelar Sidang Isbat 12 April Secara Virtual Tentukan Awal Ramadan

Jumat, 09 April 2021 – 10:02 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Untuk menetapkan awal Ramadhan 1442 Hijriyah, Kementerian Agama akan menggelar sidang Isbat pada Senin, 12 April 2021. Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam Kamaruddin Amin mengatakan, sidang isbat akan digelar secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) karena masih pandemi. Sidang akan dihadiri Komisi Agama DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Lalu ada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Sejumlah ormas Islam, antara lain Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis dan Al Washliyah, direncanakan hadir langsung di Kantor Kementerian Agama. Ada juga ormas Islam yang akan mengikuti proses sidang ini secara daring.

“Ada 29 Duta Besar negara sahabat yang diundang. Kami berharap ada di antara mereka yang bisa hadir secara langsung dalam proses sidang,” ujar Kamaruddin, dalam keterangannya, Kamis, 8 April 2021.

Sidang isbat akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Lokasi sidang akan disemprot lebih dahulu dengan disinfektan. Peserta terbatas yang diundang hadir juga akan dilakukan pembatasan jarak, pemindaian suhu tubuh, dan wajib mengenakan masker.

Direktur Urusan Agama Islam Agus Salim menambahkan, sidang isbat dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1442 Hijriyah oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag. Sesi ini akan dimulai pukul 16.45 WIB dan disiarkan langsung.

Tahap kedua, sidang isbat awal Ramadan yang akan digelar setelah salat Magrib. Tahap ini digelar secara tertutup. "Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang isbat oleh Menteri Agama yang akan disiarkan TVRI, RRI, dan Medsos Kemenag," katanya.

Menurut Agus Salim, Kementerian Agama akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadan di 86 lokasi dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan pengadilan agama, ormas Islam serta instansi terkait setempat.